Renungan Ramadan: Tobat Untuk Hidup Bermakna

Renungan Ramadan:
Tobat untuk Hidup Bermakna

ANTANG JAYA, GOWAMEDIA.COM - Ceramah Tarawih 10 Ramadan 1446 H, Ahad, 9 Maret 2025 – Masjid Al-Munawwarah, BTN Antang Jaya, Makassar  membahas tentang taubat yang penting untuk kita renungkan bersama.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya bulan Ramadan. Bulan yang penuh rahmat, bulan penuh ampunan, dan bulan di mana Allah membuka pintu tobat selebar-lebarnya.

Dikisahkan bahwa seorang raja bertanya kepada seorang kakek tua, "Berapa usiamu?"

Kakek itu menjawab, "Umur saya 10 tahun."

Raja kembali bertanya, dan kakek itu tetap menjawab, "10 tahun."

Pada pertanyaan ketiga, jawaban sang kakek berubah, "Umur saya 70 tahun, tetapi yang saya hitung hanya 10 tahun, karena saya baru bertobat sejak 10 tahun lalu. 60 tahun sebelumnya saya habiskan dalam kelalaian."

Hikmah dari kisah ini adalah usia yang sejati bukanlah seberapa lama kita hidup, tetapi seberapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mendekat kepada Allah. Jika sampai hari ini kita belum bertobat, maka umur kita belum terhitung sebagai kehidupan yang bermakna di sisi Allah.

Ramadan adalah bulan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan, Allah SWT menghadirkan Lailatul Qadr, yang lebih baik dari 1000 bulan—setara dengan 83 tahun ibadah.

Allah SWT berfirman:

"Malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Jika Allah memberikan kesempatan mendapatkan pahala ibadah selama 83 tahun hanya dalam satu malam, maka betapa ruginya kita jika melewatkannya tanpa memperbanyak tobat, ibadah, dan kebaikan.

Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Tetapi, ada dua jenis dosa:

1. Dosa kepada Allah dapat diampuni dengan tobat yang sungguh-sungguh.

2. Dosa kepada sesama manusia hanya bisa diampuni jika kita meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Allah SWT berfirman:

"Sungguh, Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, kemudian tetap dalam petunjuk." (QS. Thaha: 82)

Namun, jika kita berbuat zalim kepada manusia, maka Allah tidak akan mengampuni sebelum kita meminta maaf kepada orang tersebut. Jika kita sudah meminta maaf, barulah Allah yang menentukan apakah dosa itu dihapus atau tidak.

Jika kita ingin dosa-dosa kita tertutupi, maka lakukanlah amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

"Ikutilah keburukan dengan kebaikan, maka kebaikan itu akan menghapus keburukan tersebut." (HR. Tirmidzi)

Contoh perbuatan baik yang dapat menghapus dosa: Memberi makan orang yang lapar, bersedekah kepada fakir miskin  memudahkan urusan orang lain, menyantuni anak yatim

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya kebaikan itu menghapus keburukan." (QS. Hud: 114)

Bagaimana cara terbaik untuk mengingat Allah dan bertobat?

1. Membaca Al-Qur'an

Setiap kali kita membaca Al-Qur’an, itu adalah bentuk dialog kita dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi)

2. Salat: Dialog Langsung dengan Allah

Saat kita salat, kita sedang berbicara langsung dengan Allah. Bahkan, dalam sujud, kita berada dalam kondisi paling dekat dengan-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

"Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah saat dia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)

3. Bangun di Sepertiga Malam

Rasulullah SAW bersabda:

"Pada sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia dan berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun, akan Aku ampuni.'" (HR. Bukhari & Muslim)

Rasulullah SAW bersabda:

"Andai umatku tahu keutamaan Ramadan, mereka pasti ingin Ramadan berlangsung sepanjang tahun." (HR. Abu Ya’la)

Mengapa? Karena pahala dilipatgandakan  setiap permohonan dikabulkan, dan setiap dosa diampuni.

Maka, jangan sia-siakan Ramadan ini. Perbanyak tobat, baca Al-Qur'an, kurangi gosip, perbanyak dialog dengan Allah, terutama di sepertiga malam.

Semoga Allah menerima ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang selalu dekat dengan-Nya. Aamiin, ya Rabbal ‘alamin.(*)