Renungan Ramadan: Muhasabah, Evaluasi Diri Sebelum Terlambat

Renungan Ramadan:
Muhasabah, Evaluasi Diri Sebelum Terlambat


BONTOKAMASE, GOWAMEDIA.COM - Ceramah tarwih malam ini mengajak kita untuk merenungi kembali perjalanan ibadah kita selama ini, apakah salat kita sudah baik atau belum. Begitu pula bacaan Alqur'an kita, sedekah atau infak kita. Periksa semuanya kembali sebelum terlambat.

Ajakan muhasabah ini, merupakan inti ceramah tarwih malam 37 Ramadan 1446 H, Rabu, 26 Maret 2025 di Masjid Baiturrahman, Bontokamase Baru, Bonto-Bontoa, Gowa.

Muhasabah adalah proses evaluasi diri, mengoreksi amal perbuatan, dan memperbaiki kekurangan agar semakin dekat dengan ridha Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang cerdas adalah yang selalu menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah." (HR. Tirmidzi).

Bulan Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk bermuhasabah. Allah SWT melipatgandakan pahala, membuka pintu ampunan, dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.

1. Muhasabah dalam Salat
Salah satu hal utama yang harus kita evaluasi adalah salat kita. Apakah salat kita sudah terjaga? Apakah kita masih sering bolong-bolong? Jangan sampai kita termasuk orang yang hanya salat saat Magrib saja, hanya salat Jumat, atau bahkan jarang salat berjamaah di masjid.

Allah SWT berfirman:
"Maka celakalah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya." (QS. Al-Ma’un: 4-5).

Salah satu bentuk kelalaian dalam salat adalah sering menunda-nunda waktu salat. Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis:
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah salat pada waktunya." (HR. Bukhari & Muslim).

Selain itu, perhatikan juga kualitas salat kita. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba selesai dari salatnya, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, seperempat, setengahnya..." (HR. Abu Dawud).

Jika salat kita sudah baik, maka tingkatkan dengan berjamaah. Keutamaan salat berjamaah sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Salat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding salat sendirian." (HR. Bukhari & Muslim).

2. Muhasabah dalam Bacaan Alqur'an
Al-Qur'an adalah pedoman hidup kita, namun seringkali kita lupa membacanya. Banyak orang yang sudah berusia 50-60 tahun tetapi masih jarang membaca Al-Qur'an. Apa yang akan kita jawab di hadapan Allah kelak?

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Naml: 77).

Di bulan Ramadan ini, mari manfaatkan waktu untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda:
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).

3. Muhasabah dalam Infak dan Sedekah
Banyak orang yang menyadari dirinya jarang berinfak dan bersedekah, padahal infak adalah ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).

Setiap orang yang meninggal pasti menyesal dan ingin kembali ke dunia untuk bersedekah. Allah SWT menggambarkan dalam Al-Qur'an:
"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Al-Munafiqun: 10).

Lalu, kepada siapa kita seharusnya bersedekah? Rasulullah SAW menyebutkan empat golongan yang paling utama menerima sedekah:
• Kedua orang tua – Senangkan dan bahagiakan mereka. Jika kita durhaka, maka surga bukan untuk kita.
• Keluarga sendiri – Bantu mereka selama kita mampu.
• Anak yatim – Rasulullah SAW bersabda: "Aku dan orang yang mengasuh anak yatim seperti ini di surga," seraya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari).
• Orang dalam perjalanan – Orang yang dalam perjalanan seringkali membutuhkan bantuan, maka jangan ragu membantu mereka.
Jika kita sudah sadar akan kekurangan dalam ibadah, maka segera perbaiki. Jangan merasa usia masih panjang, padahal kematian bisa datang kapan saja.

Allah SWT berfirman:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-Ankabut: 57).
Sebagai orang beriman, kita harus selalu bersiap menghadapi kematian. Jangan sampai kita menyesal karena menunda-nunda taubat dan kebaikan.
Muhasabah adalah kunci untuk memperbaiki diri sebelum terlambat. Ramadan adalah kesempatan emas untuk berubah menjadi lebih baik. Mari kita tingkatkan salat, perbanyak membaca Al-Qur'an, dan jangan lalai dalam bersedekah.

Rasulullah SAW bersabda:
"Berlomba-lombalah dalam kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148).
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin.(*)