<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
					<channel>
					<title>RSS Feed GOWAMEDIA</title>
					<link>https://gowamedia.com/</link>
					<description>Latest posts of our site.</description>
					<atom:link href="https://gowamedia.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml"/><item>
						<title>Membaca Harmaun yang tak Pernah Mati</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/membaca-harmaun-yang-tak-pernah-mati</link>
						<description><![CDATA[<h4>Oleh: Muliaty Mastura Yusuf</h4><p>Banyak ulasan dari para sastrawan, jurnalis, dan akademisi tentang novel Harmaun yang dijahit penulis H. Andi Wanua Tangke.&nbsp;</p><p>Ulasan-ulasan tersebut dikirimkan ke saya. Setiap mendapat kiriman, saya selalu memberi jempol, meski saya sendiri tidak begitu serius dan paham, siapa itu Harmaun dalam novelnya?&nbsp;</p><p>Novel ini telah dicetak dua kali pada Juni 2026. Penulis adalah senior saya di Harian Berita Kota Makassar. Ketika saya bergabung di Berita Kota pada 1997 yang berkantor di Jalan Abdullah Dg Sirua, ayah dua anak itu sebagai Redaktur Pelaksana dan saya reporter bidang hukum yang sehari-hari meliput di Pengadilan Negeri Makassar, Jalan&nbsp; Kartini.&nbsp;</p><p>Lama tak jumpa setelah kami sudah meninggalkan Berita Kota pada 2001 silam. Kami bertemu kembali di acara syukuran pengukuhan Guru Besar Prof. H. Firdaus Muhammad, di Komplek Royal Spring, 2025.</p><p>Sampai hari ini,&nbsp; Wanua masih produktif menulis dan setiap mengakhiri perbincangan, menitip pesan untuk saya tetap berkarya.&nbsp;</p><p>Motivasi untuk terus menulis begitu kuat. Sama kuatnya ketika bicara tentang Harmaun.&nbsp;</p><p>Rasa penasaran saya dengan tokoh utama Harmaun dalam kisah ini, tak pernah surut. Meski, beberapa ulasan dari para penulis telah saya baca, rasa-rasanya tidak lengkap bila saya tidak membaca isi buku itu.&nbsp;</p><p>Tiba-tiba di hari yang cerah,&nbsp; penulis mengirim pesan. "Minta tolong ya kirimkan alamat rumahta'. Saya mau kirimkan Harmaun, " begitu pesan singkatnya.&nbsp;</p><p>"Alhamdulillah, " kata saya dalam hati. Penuh semangat saya mengirimkan alamat lengkap. Katanya, buku itu akan dikirim via pos, walau saya menyarankan dikirim via grab atau gojek.&nbsp;</p><p>"Sudah tibami Harmaun di rumahta' dinda Muly?"</p><p>"Belum, kak. "</p><p>"Saya kira sudah tiba... "</p><p>"Belum ada ini, kak... "</p><p>Jumat 24 Juli, ternyata ada telpon dari pak Pos yang sudah 'tenggelam'. Pak pos memfoto rumah saya berikut paket terbungkus amplop coklat. Tertulis nama lengkap penerima dan pengirim beserta nomor HP. Saya cepat membalas WAnya dan memohon maaf.&nbsp;</p><p>Sabtu 25 Juli 2026, agenda mappettuada keluarga di Tallasa City. Sambil menunggu iring-iringan rombongan, saya membersihkan nomor-nomor HP yang tidak dikenal. Penelepon bertubi-tubi masuk seakan tak mengenal waktu. Begitu selesai menghapus nomor penelepon gelap, HP berdering lagi. Antara mau membuka atau tidak. Tapi, akhirnya saya membukanya. Eh, dari Pak Pos.&nbsp;</p><p>Dia minta dikirimkan maps. Lalu saya pun mengirim maps rumah di gerbang Tallasa City. Kupikir sudah aman. Lalu, kami pun memasuki gedung tempat acara mappettuada. Di tengah acara, datang kabar dari grup Whatsapp alumni wartawan Harian Fajar bahwa kawan kami. H. Mustafa Kufung meninggal dunia jatuh dari sepeda di CPI. Saya menjadi tidak fokus.&nbsp;</p><p>Tak lama kemudian, saya membaca pesan dari Pak Pos.&nbsp;</p><p>"Bu, maps yang dikirim tadi, itu alamat Makassar, bukan Gowa. Sebenarnya ibu ini tinggal di Makassar atau Gowa, " tulis pesan itu.&nbsp;</p><p>"Astaghfirullah, saya lupa Pak. Tadi saya mengirim maps di gerbang Tallasa City. Maaf ya Pak. Tunggu saya akan kirim ulang. "</p><p>"Baik, " jawab Pak Pos.&nbsp;</p><p>Baru saya mau sampaikan, kalau bisa, Senin saja diantarkan, tapi HP sudah ditutup. Mengapa Senin diantar? karena setelah mappettuada mau melayat dan setelah itu lanjut ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.&nbsp;</p><p>Namun, di perjalanan (Jeneponto) telepon berdering. Untung jaringan bagus. Pak Pos sudah berada di depan rumah. Tapi rumah tutup tak ada penghuninya. Karena Pak Pos sudah dua kali datang, saya lalu meminta agar menitip ke tetangga. Dia pun memfoto sesi penerimaan buku itu. Saya juga cepat-cepat menelpon mbah Miftah untuk menerima buku tersebut. Alhamdulillah, akhirnya novel Harmaun sudah sampai di tangan saya, setelah dua hari dari Bantaeng.&nbsp;</p><p>***</p><p>Harmaun yang dikisahkan, selalu ada di tiap zaman. Tokoh Harmaun tetap hidup dan selamanya hidup di zaman yang berbeda. Membaca Harmaun, seolah menyaksikan sosok yang tak pernah mati dalam menyampaikan kebenaran.&nbsp;</p><p>Novel ini mengisahkan seorang tokoh biasa yang menjadi korban ketidakadilan di tengah gejolak politik. Meski dituduh terlibat organisasi underbouw PKI, ia tetap gigih pada pendiriannya dan menolak mengaku di hadapan para interogator. Penangkapan yang terjadi secara sewenang-wenang di subuh hari di depan istri dan putrinya, dengan mata ditutup lalu diseret ke truk oleh tentara, menggambarkan betapa rapuhnya hukum saat "perintah komandan" lebih berkuasa daripada bukti.</p><p>Melalui kisah ini, penulis menyampaikan amanat tentang pentingnya integritas, keberanian untuk jujur dan kritik terhadap kekuasaan yang menindas rakyat kecil. Novel ini tidak hanya menyentuh, tetapi juga menjadi catatan sejarah kelam agar tragedi serupa tidak terulang.&nbsp;</p><p>Cerita dalam novel ini, membuat rasa penasaran begitu meleleh. Karena banyak rahasia-rahasia yang tidak terungkap di balik markas militer. Apalagi bila dia sebagai tahanan politik, kisahnya tentu menjadi gurih.&nbsp;</p><p>Kepiawaian penulis dengan menghadirkan sosok perempuan misterius di mata Harmaun. Perempuan ini, ternyata memegang kunci tahanan. Mengapa bisa? Ya karena mendapat perintah dari salah seorang tentara. Tentara itulah yang menyuruh perempuan itu yang belakangan diketahui sebagai ibu kantin. Perempuan setia mengantarkan kopi di ruang tahanan Harmaun di waktu salat subuh. H. 40.</p><p>Harmaun yang memiliki kemampuan membujuk ibu kantin bercerita mengenai siapa dia sesungguhnya. Cerita ini semakin meningkatkan tensi mengejar alurnya, apakah memang ibu kantin adalah mata-mata yang dikirim untuk mengubah pendirian Harmaun?&nbsp;</p><p>Ternyata,&nbsp; ibu kantin itu adalah tahanan yg dituduh sebagai anggota Gerwani. Dia tidak dimasukkan ke sel lantaran statusnya sebagai lugu.&nbsp;</p><p>Bagi Harmaun, dia ibarat malaikat yang mengantarkan sisi-sisi misterius tahanan. Dia akhirnya dapat membongkar kisah-kisah penghuni tahanan yang disiksa seperti binatang tanpa ampun dan belas kasihan.&nbsp;</p><p>Kisah ini justru membuat pembaca penasaran dan ingin melanjutkan bacaannya hingga tuntas.&nbsp;</p><p>Harmaun memelas pada ibu kantin untuk menceritakan semuanya, sebelum detak-detak sepatu laras menghampiri mereka.&nbsp;</p><p>"Ceritakanlah sebelum Ibu keluar dari kamar ini." Mendengar permintaan itu, ibu kantin kembali bertanya, "Betul apa yg aku akan sampaikan, kau tidak akan menyampaikan kepada siapa pun?"</p><p>"Percayalah Ibu. Bagiku&nbsp; Ibu adalah penolong. Meski tak punya kekuatan untuk membebaskan aku dari penyiksaan lahir batin ini. Namun dengan keikhlasan Ibu memberikan informasi rahasia mengenai keadaan markas dan para tahanan, tentu aku sangat bersyukur dan berterima kasih..." H. 53</p><p>Setelah ibu kantin bercerita bahwa&nbsp; kakaknya dituduh Gerwani dan suaminya BTI, lalu ibu kantin pun ditangkap dituduh sebagai anggota Gerwani, padahal tdk tahu apa itu Gerwani. Rupanya nasib serupa dialami. Cerita ibu kantin membuat Harmaun kehilangan semangat menikmati gurihnya kopi yang sudah mulai dingin. H. 54</p><p>Dalam benaknya, betapa kacaunya cara berpikir dan bertindak penguasa dalam memperlakukan rakyatnya. Kebenaran sepihak ini terus melahirkan malapetaka dan penderitaan rakyat. Lantaran penguasa memakai cara-cara paksa, akhirnya mereka para korban memilih bungkam, meski pedih. Perlawanan adalah bentuk kesia-siaan dan melahirkan penderitaan tak berujung. H.54-55.</p><p>Banyak pesan yang penulis sampaikan. Seperti&nbsp; kepada ibu kantin yang belakangan diketahui bernama Siti Mariam.&nbsp;</p><p>"Jangan bersedih panjang. Berdamailah dengan nasib. Kehidupan ini sementara. Tidak ada kekuasaan yang langgeng. Sekuat apa pun rezim itu pasti berakhir. Semua punya sejarah. Meski kesadaran seperti itu tidak mudah menanamkan dalam diri...." H. 83</p><p>"Hidup itu hanya sekali. Jangan pernah menyiakannya. Selalu berbuat baik kepada sesama. Berpeganglah kepada tonggak kejujuran.... " H. 121</p><p>Novel&nbsp; 185&nbsp; halaman diterbitkan Pustaka Refleksi Makassar ini, sangat menggugah. Enak dibaca dan runtut. Sekali membaca seolah kita tidak mau ada&nbsp; spasi, karena rasa penasaran yang mengalir&nbsp; untuk menuntaskan bacaan. Pun penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa sampaikanlah kebenaran itu meskipun pahit.&nbsp;</p><p>"Jangan pernah berharap pertolongan di markas. Di sini tidak mengenal perikemanusiaan. Semua tentara di markas hanya menjalankan perintah. Laksanakan. Sependapat atau tidak, apa kata komandan, itu yang jadi. Tak ada kompromi.... " H. 129.</p><p>Harmaun membuktikan idealisme dan integritas yang kental dan tajam. Dalam interogasi yang cukup panjang, dia tetap pada pendiriannya menolak semua tuduhan sepihak.&nbsp; Namun, keberaniannya mengatakan apa yang sebenarnya, justru tidak menguntungkan nasibnya. Dia bersimbah darah hingga tidak bertemu lagi dengan istri dan putri semata wayangnya. Kejam sekali!(*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_dSvCj7P.jpg"/>
						<pubDate>Jumat, 31  Jul 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/membaca-harmaun-yang-tak-pernah-mati</guid>
					</item><item>
						<title>Front Masyarakat Kota: Jangan Biarkan Isu Dugaan Pungli Jadi Alat Politik Kampus UNM</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/front-masyarakat-kota-jangan-biarkan-isu-dugaan-pungli-jadi-alat-politik-kampus-unm</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM</span> - Aktivis Front Masyarakat Kota menyoroti kembali mencuatnya isu dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM).&nbsp;</p><p>Mereka menilai kemunculan isu tersebut yang berulang pada setiap momentum politik kampus perlu disikapi secara kritis dan proporsional, sembari tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.</p><p>Menurut Aktivis Front Masyarakat Kota, publik tentu mendukung setiap proses hukum yang berjalan secara profesional dan transparan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa isu yang sama berulang kali mencuat bertepatan dengan berbagai momentum politik dan kontestasi di lingkungan Universitas Negeri Makassar.</p><p>Jelas, pola tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat kampus. Mengapa isu ini kembali menguat setiap kali memasuki tahapan pemilihan di UNM, baik pemilihan rektor maupun momentum politik kampus lainnya? Kondisi ini berpotensi memunculkan persepsi bahwa isu lama kembali diangkat pada saat yang memiliki dampak politik paling besar, sehingga mudah membentuk opini publik.</p><p>"Isu Pungli sudah 2 tahun belakangan ini muncul. Waktu Pemilihan Rektor 2 tahun lalu, ada juga. Pemilihan Dekan FIKK, ada lagi muncul. Ini momen Pemilihan Rektor, muncul lagi. Apa ini? Apakah ini adalah satu pola yang memang sudah diatur sedemikian rupa agar menguntungkan Calon Rektor lain.? Kampus dalam keadaan darurat kalo seperti ini." Pangkas singkat Riski Aktivis Front Masyarakat Kota.</p><p>Karena itu, semua pihak seharusnya mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jangan sampai isu yang belum memperoleh kepastian hukum justru dimanfaatkan sebagai alat untuk memengaruhi dinamika demokrasi kampus atau menjatuhkan pihak tertentu.</p><p>UNM sebagai institusi akademik membutuhkan iklim yang sehat, di mana perbedaan pandangan diselesaikan melalui argumentasi, bukan melalui pembentukan opini yang muncul setiap kali memasuki momentum pemilihan. Jika memang terdapat dugaan pelanggaran, biarlah aparat penegak hukum yang membuktikannya secara objektif dan terbuka, sehingga tidak ada ruang bagi spekulasi maupun politisasi isu. Tidak membiarkan isu ini dengan liar berkembang di tengah masyarakat umum.</p><p>Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung integritas, keadilan, dan etika. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan tidak menjadikan isu yang masih berproses sebagai instrumen untuk memengaruhi kontestasi politik di lingkungan UNM.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_lYx9QHo.jpg"/>
						<pubDate>Kamis, 23  Jul 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/front-masyarakat-kota-jangan-biarkan-isu-dugaan-pungli-jadi-alat-politik-kampus-unm</guid>
					</item><item>
						<title>HIPMA Gowa Bontolempangan Kukuhkan 20 Kader Baru </title>
						<link>https://gowamedia.com/read/hipma-gowa-bontolempangan-kukuhkan-20-kader-baru</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">BUNGAYA, GOWAMEDIA.COM </span>- Semangat regenerasi terus dijaga Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Bontolempangan. Sebanyak 20 kader baru resmi dikukuhkan dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan dan Sicidongang di Rita Malompoa, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Sabtu-Ahad (4-5/7/2026).&nbsp;</p><p>Momentum ini tak sekadar menjadi seremoni penerimaan anggota, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi lintas generasi untuk memperkuat soliditas dan citra positif organisasi.</p><p>Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Bontolempangan resmi mengukuhkan 20 kader baru dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan dan Sicidongang yang berlangsung di Rita Malompoa, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, pada Sabtu-Ahad, 04-05 Juli 2026. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi sekaligus mempererat hubungan antara kader baru, pengurus, dan senior dalam satu ikatan organisasi.</p><p>Selain prosesi pengukuhan kader, kegiatan yang mengusung tema "Membangun Silaturahmi dan Citra Positif Antar Seluruh Kader" juga diisi dengan Sicidongang sebagai ruang mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi antargenerasi kader.</p><p>Ketua Umum HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan, Subair, mengatakan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal keterlibatan kader baru dalam menjalankan nilai-nilai organisasi dan memperkuat eksistensi HIPMA Gowa.</p><p>"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun silaturahmi yang lebih erat antara kader baru, pengurus dan senior. Organisasi akan tumbuh kuat ketika setiap generasi saling berbagi pengalaman, menjaga kebersamaan, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan," ujar Subair.</p><p>Ia berharap kader yang baru dikukuhkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi serta aktif mengambil peran dalam setiap agenda yang memberi manfaat bagi pelajar, mahasiswa maupun masyarakat.</p><p>"Kami berharap kader baru dapat memperoleh wawasan dari pengalaman para senior yang relevan dengan kondisi zaman hari ini, menjaga semangat persaudaraan, dan bersama-sama membangun citra positif organisasi. HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan harus terus menjadi rumah yang mampu mencetak generasi yang berintegritas dan peduli terhadap daerahnya," tegasnya.</p><p>Salah seorang kader yang baru dikukuhkan, Irfan Afandi, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan. Menurutnya, organisasi telah memberikan banyak pengalaman serta ruang untuk mengembangkan kemampuan diri.</p><p>"Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dari HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan. Di sini saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan komunikasi yang baik. Saya juga merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar organisasi," katanya.</p><p>Irfan berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga sehingga HIPMA Gowa Koordinatorat Bontolempangan semakin berkembang dan menjadi wadah pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa di Kecamatan Bontolempangan.</p><p>"Semoga organisasi ini tetap solid, terus memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar dan berkembang serta semakin banyak melahirkan prestasi yang membanggakan," tutupnya. (*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_ydDpZM0.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 06  Jul 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/hipma-gowa-bontolempangan-kukuhkan-20-kader-baru</guid>
					</item><item>
						<title>Binus University Bangun Ekosistem Akademik Global Bersama Sydney University dan 27 Perguruan Tinggi</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/binus-university-bangun-ekosistem-akademik-global-bersama-sydney-university-dan-27-perguruan-tinggi</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">JAKARTA, GOWAMEDIA.COM</span> – Faculty of Digital Communication and Hotel &amp; Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif.&nbsp;</p><p>Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia.&nbsp;</p><p>Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.&nbsp;</p><p>Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam.</p><p>Sebelum itu, acara dibuka Dekan FDCHT Binus University, Dr. Yanti Tong. Dalam sambutan itu, Dr. Yanti menekankan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara. Begitu pula Dr Yanti berharap bahwa kolaborasi ke depan dapat diteruskan.</p><p>Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata.</p><p>Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization &amp; Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan yang komprehensif.</p><p>"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell," ujar Aryanti di sela-sela acara.</p><p>Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.</p><p>Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host.</p><p>Unsur pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa.</p><p>"Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan perguruan tinggi di Tanah Papua untuk bergabung sebagai co-host," ungkap Ismail Suardi Wekke.</p><p>Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global.&nbsp;</p><p>Pihaknya berharap kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat terus berlanjut ke dalam program-program konkret lainnya di masa depan.&nbsp;</p><p>"Terima kasih Binus University dan terima kasih NUNI atas kesempatan ini. Sebuah kehormatan bagi kita, bisa menjadi bagian dari acara," pungkas Ismail Suardi Wekke.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_q0Dp5Jg.jpg"/>
						<pubDate>Kamis, 02  Jul 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/binus-university-bangun-ekosistem-akademik-global-bersama-sydney-university-dan-27-perguruan-tinggi</guid>
					</item><item>
						<title>Bangun Generasi Berakhlak, Parmusi Mulai Pembangunan Pesantren Pertama di Luar Jawa</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/bangun-generasi-berakhlak-parmusi-mulai-pembangunan-pesantren-pertama-di-luar-jawa</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM </span>- Ikhtiar panjang membangun lembaga pendidikan Islam akhirnya memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Madani Parmusi di Dusun Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.&nbsp;</p><p>Peletakan batu pertama yang dilakukan langsung Ketua Umum DPP Parmusi, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH., M.Hum., pada Ahad (28/6/2026), menandai lahirnya pesantren pertama Parmusi di luar Pulau Jawa sekaligus menjadi tonggak baru perjuangan organisasi dalam bidang dakwah dan pendidikan.</p><p>Suasana khidmat bercampur haru mewarnai prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Parmusi KH Tairman Elon, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa H. Jamaris, S.Ag., M.H., Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan Dr. H. Abu Bakar Wasahua, jajaran pengurus Parmusi tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Camat Tombolo Pao, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.</p><p>Bagi keluarga besar Parmusi, momentum tersebut bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik sebuah pesantren, tetapi menjadi sejarah baru organisasi yang untuk pertama kalinya mendirikan pesantren di luar Pulau Jawa.</p><p>Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Parmusi Ali Amran Tanjung menegaskan bahwa peletakan batu pertama hanyalah awal dari perjuangan panjang yang harus dikawal bersama hingga pesantren berdiri dan beroperasi.</p><p>"Kita harus memiliki ikhtiar yang tinggi. Sebab, membangun pesantren bukan untuk melawan negara, tetapi untuk melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, mewujudkan anak-anak yang saleh dan salehah," ujarnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.</p><p>Ali Amran mengajak seluruh elemen masyarakat, pengurus Parmusi, dan para dermawan untuk bersama-sama menyukseskan pembangunan Ponpes Madani Parmusi. Menurutnya, setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi investasi amal jariah yang manfaatnya terus mengalir sepanjang pesantren melahirkan generasi penerus bangsa.</p><p>Ia menilai keberadaan pesantren menjadi sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pendidikan berbasis pesantren diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian ekonomi.</p><p>Dukungan penuh juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Parmusi yang memilih berinvestasi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan Islam.</p><p>Menurutnya, Kementerian Agama siap memberikan pendampingan agar proses pendirian pesantren berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.</p><p>"Kami mendukung penuh pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi dan siap mendampingi seluruh proses legalitas hingga pesantren ini dapat beroperasi," ujarnya.</p><p>Pendampingan tersebut meliputi penyelesaian legalitas tanah wakaf, administrasi kelembagaan, pemenuhan persyaratan pendirian pesantren, verifikasi sarana dan prasarana, hingga memastikan keberadaan pengasuh atau kiai yang memenuhi kompetensi, termasuk kemampuan membaca kitab kuning sesuai standar yang ditetapkan.</p><p>Sementara itu, Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, menegaskan bahwa pembangunan Ponpes Madani merupakan implementasi nyata dari komitmen Parmusi dalam memperkuat dakwah sekaligus membangun peradaban melalui pendidikan Islam.</p><p>Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga wadah membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta memiliki kemandirian dalam menghadapi tantangan kehidupan.</p><p>"Pembinaan karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mandiri dapat diwujudkan melalui pendidikan di pesantren ini," kata Abu Bakar.</p><p>Parmusi berharap, pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di kawasan pegunungan Tombolo Pao, kelak menjadi pusat pembinaan umat sekaligus melahirkan generasi Islam yang mampu memadukan kekuatan iman, kecerdasan intelektual, keterampilan hidup, dan kepedulian sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.(*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_HmAKStB.jpg"/>
						<pubDate>Minggu, 28  Jun 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/bangun-generasi-berakhlak-parmusi-mulai-pembangunan-pesantren-pertama-di-luar-jawa</guid>
					</item><item>
						<title>Ini Harapan Ketum DPP Parmusi pada Rakorwil di Tombolo Pao</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/ini-harapan-ketum-dpp-parmusi-pada-rakorwil-di-tombolo-pao</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM -</span> Usai acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, dilanjutkan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dipusatkan di Masjid Babul Firdaus Tombolo Pao, Ahad 28 Juni.&nbsp;</p><p>Rakorwil digelar usai salat dhuhur dan selesai sebelum masuk waktu ashar. Rakorwil bertajuk Konsolidasi Organisasi untuk Parmusi Maju, dibuka secara resmi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (DPP Parmusi), Dr. Drs. Ali Amran Tanjung SH M. Hum. Dia didampingi Sekjen, KH. Tairman Elon dan Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abubakar Wasahua SH MH.&nbsp;</p><p>Rakorwil dipandu Sekretaris Parmusi, Drs. Syamsuddin MSi. Pada momen indah penuh suasana persaudaraan itu, ketum menitip pesan kepada para peserta rakorwil. Pertama, organisasi yang kuat hanya bisa dibangun atas persaudaraan yang kokoh dan sinergis. Saling melengkapi, menguatkan dan meneguhkan prinsip kebersamaan.&nbsp;</p><p>Kedua, untuk mewujudkan harapan tersebut, maka pengurus sejatinya mengedepankan tiga prinsip yakni saling koordinasi, informatif dan sinkronisasi.&nbsp;</p><p>"Koordinasi penting demi terwujudnya program yang searah. Sinkronisasi dibutuhkan agar kebijakan berjalan selaras dari pusat ke daerah dan informatif dimaksudkan komunikasi organisasi berjalan secara terbuka, " urai Ali Amran.&nbsp;</p><p>Terkait pembangunan Pesantren Madani Parmusi, dia meminta kepada peserta rakorwil agar memperkuat ikhtiar dan memupuk kebersamaan yang harmoni.&nbsp;</p><p>"Kita perkuat ikhtiar dan menguatkan kebersamaan di antara kita. Yakin dan pasti, Allah akan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan kebaikan " demikian harapan ketum.&nbsp;</p><p>Sementara Sekjen KH Tairman Elon menekankan pada pentingnya organisasi menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.&nbsp;</p><p>Dia merinci kegiatan yang bernilai keagamaan, sosial dan ekonomi. "Kegiatan keagamaan melalui pembinaan umat dan dakwah. Kegiatan sosial melalui pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat dan kegiatan ekonomi melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan anggota, " urai sekjen.</p><p>Abu Bakar Wasahua mengingatkan rakorwil sebagai forum menyamakan persepsi  mempererat komunikasi dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk kemajuan Parmusi Sulsel.&nbsp;</p><p><br></p><p><span style="font-weight: bold;">Spirit Dakwah</span></p><p>Pembangunan Pondok Pesantren Parmusi, menjadi bagian penting yang ikut didiskusikan dalam rakorwil.&nbsp;</p><p>Rakorwil dihadiri pengurus wilayah Parmusi dan pengurus Kabupaten Kota. Ada dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Gowa, Maros, Soppeng, Sinjai, Jeneponto dan Luwu.  DPD Makassar dan Sidrap juga telah masuk wilaya</p><p>h Kecamatan Tombolo Pao. Hanya saja, PD Makassar terpaksa balik haluan kembali ke Makassar lantaran dalam perjalanan menuju titik kegiatan  kena macet satu jam. Sedangkan PD Sidrap nyasar sampai ke Sinjai Barat.&nbsp;</p><p>"Rakorwil sudah selesai. Kami sudah melewati Kanreapia dan menembus tikungan-tikungan terjal jalan dakwah. Mau lanjut tapi hati kecil saya mengatakan lebih baik kembali ke Makassar. Karena kalau perjalanan dilanjutkan, ada jalanan yang akan kami lewati bisa tembus selat Hormuz, "canda Ketua DPD Parmusi Makassar, Dr. H. Ridwan Assyuhbar.&nbsp;</p><p>Yang pasti, Ponpes Madani Parmusi menjadi sumber spirit bagi kelahiran kembali (reborn) etos dan dakwah Islam di Tombolo Pao. " Dulu, Tombolo Pao dikenal sebagai salah satu pusat dakwah Muhammadiyah, " kata Ketua Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara, Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M. Hum.&nbsp;</p><p>Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Hasanuddin ini mengisahkan, patriotisme masyarakat Tombolo Pao dahulu tercermin pada keteguhan perjuangan, tidak lain bersumber dari spririt Islam.&nbsp;</p><p>"Figur semangat juang seperti ini, misalnya dimiliki tokoh asal Tombolo Pao yaitu Samiung yang belakangan namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Makassar, " terang Prof. Mardi. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_4n7T3kS.jpg"/>
						<pubDate>Minggu, 28  Jun 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/ini-harapan-ketum-dpp-parmusi-pada-rakorwil-di-tombolo-pao</guid>
					</item><item>
						<title>Bupati Gowa Siap Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Parmusi</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/bupati-gowa-siap-hadiri-peletakan-batu-pertama-pembangunan-ponpes-parmusi</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM</span> - Bupati Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, siap hadir pada peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di Dusun Datarang Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, Ahad 28 Juni 2026.</p><p>"Informasi yang kami terima, ibu bupati siap hadir.. Begitupula Kakankemenag Gowa, juga telah menyatakan kesiapannya, " jelas Sekretaris Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulsel, Drs Syamsuddin MSi yang juga bertindak sebagai ketua panitia pelaksana.&nbsp;</p><p><span style="font-weight: bold;">Merintis Pesantren</span></p><p>Untuk diketahui, inilah pesantren pertama di luar Jawa yang didirikan Parmusi, sejak dideklarasikan pada 17 Agustus 1967. Parmusi kemudian berubah menjadi parpol pada 20 Februari 1968. Lalu, 4 Oktober 2016, organisasi ini resmi mengusung visi misinya dengan berpijak pada empat pilar, yakni Keimanan dan Ketaqwaan, dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan.&nbsp;</p><p>Parmusi yang banyak bergerak dalam.dakwah ilallah dengan konsep yang diusung bernama Desa Madani, bergerak ke seluruh pelosok desa terpencil dan terluar perbatasan. Dari sini pula lahir kegelisahan yang terus menerpa, bagaimana Parmusi memiliki lembaga pendidikan pesantren yang lokasinya sejuk, jauh dari keramaian kota serta menjadi pusat kebudayaan, peradaban dan wisata religi.</p><p>Awal mula rencana pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, dari gagasan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua SH MH, saat  Parmusi menggelar kegiatan sosial, keagamaan dan ekonomi, di Tamaona.&nbsp;</p><p>Kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Parmusi Tombolo Pao Drs. H, Abdul Rahman L, MSi, Abu Bakar bertanya, siapa kira-kira yang memiliki lahan untuk diwakafkan menjadi pesantren?&nbsp;</p><p>Pertanyaan Abu Bakar mendapat respon positif dari Abdul Rahman, sebagai tokoh masyarakat yang dikenal gigih mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan, sosial dan keagamaan.&nbsp;</p><p>"Ada saya punya tanah, itu bisa kita gunakan. Kalau perlu, janganki dulu pulang ke Makassar, sebelum kita lihat lokasinya, " Abdul Rahman meyakinkan lokasi tanahnya sangat strategis. Berbatasan dengan Kabupaten Sinjai di bagian Timur, kabupaten Bulukumba di sebelah selatan, kabupaten Bone di sebelah utara dan Kecamatan Tinggi Moncong di sebelah Barat.&nbsp;</p><p>Maka rombongan yang telah melakukan kegiatan sosial keagamaan dan ekonomi itu, beranjak ke lokasi dimaksud, meskipun sudah siap balik ke Makassar. Momen itu tercatat pada 23-24 Januari 2026.</p><p>Lima bulan mengerjakan rencana pembangunan Ponpes ini, mulai dari administrasi akta wakaf dan  proses ikrar wakaf dilaksanakan di kediaman Abdul Rahman yang berlangsung penuh haru pada 28 Maret 2026 lalu.&nbsp;</p><p>Setelah pengurusan akta wakaf di Makassar, diurus pula administrasi Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara yang diketuai Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M. Hum, salah seorang Guru Besar Universitas Hasanuddin.&nbsp;</p><p>Lima bulan mengutui urusan Ponpes, terasa tidak ada hambatan berarti, termasuk ketika melakukan audiens dengan Kakankemenag Gowa, H. Jamaris S. Ag MH dan audiens dengan bupati Gowa yang diwakili Sekda, semua merespon positif rencana mulia ini.&nbsp;</p><p>Lima bulan bekerja, kini tibalah waktu yang dinantikan, prosesi peletakan batu pertama pada Ahad 28 Juni 2026 yang akan dihadiri langsung orang nomor wahid di pemerintahan Kabupaten Gowa.&nbsp;</p><p>Sebagai Ponpes pertama, maka peletakan batu pertama akan dihadiri pula Ketua Umum Pimpinan Pusat Parmusi, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung SH M. Hum bersama Sekjen KH Tairman Elon SH MH, dan dua pengurus harian DPP.&nbsp;</p><p>Abu Bakar Wasahua berharap, kehadiran pesantren Parmusi, menjadi tumpuan harapan bagi pengembangan keagamaan, akhlak, kemampuan menghafal Alquran, bercakap bahasa Inggris dan Arab yang memiliki magnet kuat, tidak saja bagi masyarakat Tombolo Pao dan pemerintah kabupaten Gowa, tetapi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_UkWabPX.jpg"/>
						<pubDate>Jumat, 26  Jun 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/bupati-gowa-siap-hadiri-peletakan-batu-pertama-pembangunan-ponpes-parmusi</guid>
					</item><item>
						<title>PARMUSI Sulsel Serukan Dakwah Lingkungan, Jadikan Masjid Pusat Edukasi Pelestarian Alam</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/parmusi-sulsel-serukan-dakwah-lingkungan-jadikan-masjid-pusat-edukasi-pelestarian-alam</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM</span> – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Sulawesi Selatan menyerukan penguatan gerakan peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Organisasi tersebut mengajak umat Islam, pengurus masjid, dai, hingga generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari amanah keagamaan.</p><p>Seruan itu disampaikan melalui Pernyataan Sikap dan Himbauan PW PARMUSI Sulawesi Selatan yang ditandatangani Ketua PW PARMUSI Sulsel, Dr. Abubakar Wasahua, M.H., dan Sekretaris, Drs. Syamsuddin, M.Si., di Makassar, Sabtu (6/6/2026).</p><p>Dalam pernyataannya, PARMUSI menegaskan bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Manusia, menurut organisasi tersebut, memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara dan melestarikan alam semesta.</p><p>"Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga merupakan amanah keagamaan yang harus dijalankan oleh setiap Muslim," demikian salah satu poin sikap yang disampaikan PW PARMUSI Sulsel.</p><p>PARMUSI juga menyatakan keprihatinan terhadap berbagai persoalan lingkungan yang masih terjadi, mulai dari pencemaran sungai, penumpukan sampah plastik, penggundulan hutan, abrasi pantai, hingga eksploitasi sumber daya alam yang dinilai mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat.</p><p>Karena itu, organisasi tersebut menyatakan dukungannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup, pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan.</p><p>Selain itu, PARMUSI mendorong lahirnya gerakan dakwah lingkungan yang mengintegrasikan pesan-pesan keislaman dengan upaya pelestarian alam. Menurut mereka, krisis lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyangkut persoalan moral, spiritual, dan kemanusiaan yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa.</p><p><span style="color: inherit; font-family: inherit; font-size: 20px; font-weight: bold;">Ajak Generasi Muda Bergerak</span></p><p>Dalam himbauannya, PW PARMUSI Sulsel mengajak seluruh jajaran organisasi mulai dari tingkat wilayah hingga ranting untuk aktif menjalankan program-program peduli lingkungan di daerah masing-masing.</p><p>PARMUSI juga meminta para mubaligh, dai, khatib, guru, dan tokoh masyarakat untuk lebih sering menyampaikan pesan-pesan keagamaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah SWT.</p><p>Kepada masyarakat luas, organisasi ini mengimbau pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, serta penerapan pengelolaan sampah yang baik dan benar.</p><p>Tidak hanya itu, PARMUSI juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan penanaman pohon, penghijauan lingkungan, pelestarian sumber mata air, serta perlindungan kawasan hijau yang disebut sebagai bentuk "sedekah ekologis" yang bernilai ibadah.</p><p>Salah satu poin penting dalam himbauan tersebut adalah ajakan kepada pengurus masjid agar menjadikan masjid sebagai pusat edukasi lingkungan. Kegiatan kebersihan, penghijauan, hingga pengelolaan sampah berbasis jamaah dinilai dapat menjadi sarana membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.</p><p>Generasi muda Islam juga didorong untuk menjadi pelopor gerakan lingkungan yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.</p><p><span style="font-weight: bold; color: inherit; font-family: inherit; font-size: 20px;">Berlandaskan Nilai Keagamaan</span></p><p>Dalam pernyataannya, PARMUSI Sulsel mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 56 yang melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.</p><p>Organisasi ini juga mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam tetap menanam pohon meskipun hari kiamat akan tiba, sebagai simbol pentingnya menjaga dan merawat kehidupan.</p><p>Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PW PARMUSI Sulawesi Selatan mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT.</p><p>"Merawat alam adalah merawat amanah Allah. Karena itu, pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama demi terwujudnya kehidupan yang sehat, lestari, dan berkeadilan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang," demikian penegasan PARMUSI Sulsel dalam pernyataannya. (*)</p><div><br></div>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_keZdVlO.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 06  Jun 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/parmusi-sulsel-serukan-dakwah-lingkungan-jadikan-masjid-pusat-edukasi-pelestarian-alam</guid>
					</item><item>
						<title>Antama' Balla Angkatan 08 Nikarannuang, Momentum Menguatkan Ikatan Kader HIPMA Gowa Komisariat UNM</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/antama-balla-angkatan-08-nikarannuang-momentum-menguatkan-ikatan-kader-hipma-gowa-komisariat-unm</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM </span>— Angkatan 08 (Nikarannuang) Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (HIPMA Gowa) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar tradisi Antama' Balla atau acara masuk rumah sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian Pendidikan Kader Dasar (PKD) VIII.&nbsp;</p><p>Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Ahad-Senin, 31 Mei–1 Juni 2026, di Pondok Harapan 9, Tanjung Bayang.</p><p>Tradisi yang menjadi salah satu simbol penerimaan kader baru dalam keluarga besar HIPMA Gowa Komisariat Tuma'parisi Kallonna UNM itu diikuti oleh 40 kader Angkatan 08 Nikarannuang.&nbsp;</p><p>Kehadiran masyarakat HIPMA Gowa Komisariat UNM dari berbagai angkatan turut menambah semarak kegiatan yang sarat dengan nilai kekeluargaan, solidaritas, dan penguatan ideologi organisasi.</p><p>Rangkaian kegiatan dikemas dengan memadukan tradisi intelektual, refleksi sejarah organisasi, hingga aktivitas kebersamaan yang membangun kedekatan antaranggota. Salah satu agenda utama adalah Bincang Buku yang membedah karya Jalaluddin Rakhmat berjudul Rekayasa Sosial.&nbsp;</p><p>Diskusi tersebut dipantik oleh Aan Alamsyah dan menjadi ruang bagi kader untuk memperdalam wawasan kritis sekaligus mempertajam perspektif sosial mereka.</p><p>Usai sesi literasi, peserta mengikuti makan bersama yang menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara kader baru dan senior. Kebersamaan kemudian berlanjut dalam agenda Sharing Session, yang menghadirkan refleksi perjalanan panjang HIPMA Gowa Komisariat UNM sejak Angkatan 01 hingga Angkatan 08.</p><p>Dalam sesi tersebut, para kader diajak memahami sejarah perjuangan organisasi sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai utama kaderisasi yang menjadi identitas Komisariat UNM, yakni keseimbangan antara etika yang beradab dan intelektualitas yang tajam.</p><p>Suasana yang sebelumnya penuh refleksi kemudian mencair melalui kegiatan Fun Games di kawasan Pantai Tanjung Bayang. Para kader mengikuti berbagai permainan, termasuk pertandingan sepak bola dengan mengenakan kostum unik dan menghibur yang memancing gelak tawa seluruh peserta.</p><p>Kepala Suku (Kepsuk) Angkatan 08 Nikarannuang, Muh Fajri Mu'ming, mengatakan bahwa Antama' Balla bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk membangun kedekatan emosional dengan seluruh keluarga besar HIPMA Gowa Komisariat UNM.</p><p>"Kami ingin memberi kesan yang baik kepada kakak-kakak yang telah memberikan kami wadah belajar di Organisasi Daerah. Semoga dengan acara kami yang sederhana ini, bisa menjadi kenangan yang baik bagi angkatan kami lebih khusus, dan masyarakat HIPMA Gowa Komisariat UNM pada umumnya," ujarnya.</p><p>Melalui tradisi Antama' Balla, Angkatan 08 Nikarannuang secara resmi menapaki babak baru perjalanan mereka sebagai kader HIPMA Gowa Komisariat UNM.&nbsp;</p><p>Dengan semangat kebersamaan, etika, dan nalar kritis yang terus dirawat, mereka diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi organisasi, daerah, maupun pembangunan bangsa di masa depan.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_GbRL7tw.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 01  Jun 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/antama-balla-angkatan-08-nikarannuang-momentum-menguatkan-ikatan-kader-hipma-gowa-komisariat-unm</guid>
					</item><item>
						<title>Tokoh Adat Gowa Serukan Persatuan di Tengah Berbagai Polemik Daerah</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/tokoh-adat-gowa-serukan-persatuan-di-tengah-berbagai-polemik-daerah</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM</span>— Seruan untuk menjaga kedamaian dan persatuan kembali digaungkan di tengah berbagai polemik yang berkembang di Kabupaten Gowa.&nbsp;</p><p>Salah satu tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan segelintir pihak yang berpotensi memecah belah persatuan warga Butta Bersejarah.</p><p>Pernyataan tersebut disampaikan Andi Bau Malik saat berbincang bersama para tokoh masyarakat dan pemerhati adat di salah satu warung kopi di kawasan Sungguminasa.</p><p>Menurut Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa itu, masyarakat Gowa harus tetap mengedepankan nilai persaudaraan serta budaya “A’bulo Sibatangki” sebagai simbol persatuan di tengah dinamika politik dan berbagai isu yang berkembang saat ini.</p><p>“Gowa sebagai daerah bersejarah dan beradat memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi perbedaan pandangan maupun persoalan yang menjadi perhatian publik. Kita semua ingin Gowa tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.</p><p>Ia mengakui bahwa Kabupaten Gowa saat ini tengah menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari isu moralitas hingga polemik program pemerintah di sektor pendidikan.</p><p>Meski demikian, Andi Bau Malik meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerhati adat, pemuda, aktivis, hingga warga umum, tetap menjaga persaudaraan dan menghormati proses yang sedang berlangsung di DPRD Kabupaten Gowa.</p><p>“Saya memahami kondisi pemerintahan Butta Gowa saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.</p><p>Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dan tetap mengedepankan semangat persatuan demi menjaga stabilitas daerah.</p><p>“Apa pun persoalan yang ada, mari kita jaga persatuan sesama masyarakat Gowa. Hormati proses hukum dan penyelesaian yang sedang berjalan. Gowanu-Gowaku, Gowata, Rewako,” tutupnya. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_hWTFKzl.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 25  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/tokoh-adat-gowa-serukan-persatuan-di-tengah-berbagai-polemik-daerah</guid>
					</item><item>
						<title>Lewat Film “Pesta Babi”, HIPMA Gowa UNM Gaungkan Solidaritas untuk Papua</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/lewat-film-pesta-babi-hipma-gowa-unm-gaungkan-solidaritas-untuk-papua</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM</span> - Suasana reflektif menyelimuti Asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (HIPMA Gowa) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu malam, 16 Mei 2026.</p><p>&nbsp;Puluhan mahasiswa berkumpul mengikuti nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi, sebuah film yang mengangkat realitas sosial masyarakat adat Papua di tengah arus pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).</p><p>Kegiatan yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa Komisariat Universitas Negeri Makassar itu menjadi ruang refleksi bersama bagi mahasiswa untuk membicarakan isu kemanusiaan, lingkungan, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.</p><p>Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Stanza 3, kemudian dilanjutkan dengan Mars HIPMA Gowa sebagai simbol semangat nasionalisme dan solidaritas kader.</p><p>Antusiasme peserta terlihat tinggi. Lebih dari 50 kader memadati lokasi pemutaran film. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya rasa ingin tahu sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan marginal yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua.</p><p>Film Pesta Babi menjadi perhatian utama karena memotret benturan antara pembangunan dan ruang hidup masyarakat adat Papua. Film tersebut menggambarkan bagaimana budaya lokal dan kehidupan masyarakat perlahan terdampak oleh proyek pembangunan berskala besar.</p><p>Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berlangsung aktif dan cair. Tidak ada satu pemantik khusus dalam forum tersebut. Seluruh peserta diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan pandangan, kritik, hingga refleksi atas isu yang diangkat dalam film.</p><p>Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa Komisariat Universitas Negeri Makassar, Ashlam Taufik mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk panggilan moral dan intelektual mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.</p><p>“Kami terpanggil secara intelektual dan nurani untuk bagaimana kita sadar dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Papua,” ujar Ashlam di sela kegiatan.</p><p>Menurutnya, ruang diskusi semacam itu penting untuk membangun kepekaan sosial kader terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah.</p><p>“Semoga dengan kegiatan nobar kali ini, dapat memantik dan menggugah sanubari kader untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar dan isu-isu kemanusiaan secara luas,” katanya.</p><p>Setelah diskusi berakhir, seluruh peserta menutup rangkaian kegiatan dengan menyanyikan lagu “Papua Ku Cinta” karya Iksan Skuter. Lagu tersebut dinyanyikan bersama sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan dukungan moral mahasiswa Gowa untuk masyarakat Papua.</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_E0AqpfO.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 16  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/lewat-film-pesta-babi-hipma-gowa-unm-gaungkan-solidaritas-untuk-papua</guid>
					</item><item>
						<title>Bakomubin Berubah Jadi "Harakah Bakomubin", Pengurus Sulsel Langsung Tancap Gas</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/bakomubin-berubah-jadi-harakah-bakomubin-pengurus-sulsel-langsung-tancap-gas</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM</span>— Semangat baru mewarnai gerakan dakwah nasional setelah Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) resmi bertransformasi menjadi Harakah Bakomubin.</p><p>&nbsp;Perubahan nama yang diteken di hadapan notaris Ida Rosyidah SH, M.Kn pada 12 Januari 2026 itu tak sekadar pergantian identitas, tetapi juga menjadi penanda arah baru gerakan dakwah yang lebih dinamis, terstruktur, dan menyentuh umat secara lebih luas.</p><p>Pasca perubahan nama tersebut, seluruh wilayah dan daerah diminta mengikuti alur organisasi baru, termasuk menyusun komposisi kepengurusan dan membentuk struktur di daerah yang belum terbentuk.</p><p>Di Sulawesi Selatan, perubahan itu langsung direspons cepat oleh jajaran pengurus wilayah. Dewan Pimpinan Wilayah Harakah Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia Sulsel menggelar kegiatan Orientasi dan Ta’aruf bagi seluruh pengurus yang telah menerima surat keputusan (SK), Kamis (14/5/2026), di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.</p><p>Ketua DPW Harakah Bakomubin Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua SH MH, menjelaskan bahwa organisasi tersebut dibangun di atas nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, kemanusiaan, sosial, kerakyatan, dan keadilan.</p><p>Didampingi Sekretaris Prof. Dr. H. Abdul Halim Talli serta Wakil Sekretaris Drs. H. Takuddin Rahimi MM, Abu Bakar menegaskan bahwa Harakah Bakomubin juga berlandaskan aqidah Islam yang bersumber dari Alquran dan sunnah.</p><p>“Perkumpulan ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, bertakwa, berilmu, adil, dan makmur dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.</p><p>Menurut Abu Bakar, penambahan kata “Harakah” memiliki makna penting karena mencerminkan gerakan yang lebih aktif dan progresif dalam menjalankan misi dakwah.</p><p>“Maka orientasi ini mengajak kita semua memikirkan apa yang harus kita laksanakan untuk membesarkan Bakomubin, apa orientasi kita ke depan sebagai pelayan dakwah, menyapa umat, memandu umat, dan membela umat yang telah diatur dalam Alquran,” katanya.</p><p>Ia menambahkan, pengurus Harakah Bakomubin Sulsel dalam waktu dekat akan menggelar pengukuhan pengurus yang dirangkaikan dengan rapat kerja wilayah pada pertengahan Juni 2026.</p><p>Melalui agenda tersebut, seluruh pengurus yang telah menerima SK diharapkan lebih proaktif dan mampu bekerja bersama dalam membesarkan organisasi.</p><p>Sementara itu, salah satu organisasi otonom Harakah Bakomubin Sulsel, yakni Lembaga Pemberdayaan Pengembangan Potensi Muslimah, sebelumnya juga telah menggelar orientasi dan ta’aruf. Organisasi tersebut telah menjadwalkan pelantikan dan rapat kerja pada 21 Juni 2026 di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.(*)&nbsp;</p><p><br></p><p></p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_bBhRLle.jpg"/>
						<pubDate>Kamis, 14  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/bakomubin-berubah-jadi-harakah-bakomubin-pengurus-sulsel-langsung-tancap-gas</guid>
					</item><item>
						<title>Pemkab Gowa Dukung Penuh Rencana Pembangunan Ponpes Madani Parmusi</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/pemkab-gowa-dukung-penuh-rencana-pembangunan-ponpes-madani-parmusi</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SOMBA OPU, GOWA MEDIA.COM</span> — Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Madani Parmusi yang akan dibangun di Kecamatan Tombolo Pao.</p><p>&nbsp;Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, Andi Azis Peter, mewakili Bupati Gowa Dr. Hj. Husniah Talenrang, SE., MM., saat menerima audiensi pengurus Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).</p><p>Sejatinya, audiensi tersebut dijadwalkan diterima langsung oleh Bupati Gowa. Namun karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, pertemuan akhirnya diwakili oleh Sekda Gowa.</p><p>“Kita di sini sudah berbagi tugas, baik bupati maupun wakil bupati. Sehingga untuk audiensi dari organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan diminta untuk dilayani bersama Kabag Kesra,” ujar Andi Azis membuka pertemuan.</p><p>Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa sangat terbuka dan mendukung setiap upaya positif yang bertujuan memajukan daerah, terlebih pembangunan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.</p><p>“Kami sangat senang dan bahagia atas rencana ini. Tentu semua perangkat terkait administrasi persyaratan pendirian ponpes agar lebih banyak melakukan koordinasi dengan Kabag Kesra dan Kesbangpol,” ujar mantan Camat Pattallassang tersebut.</p><p>Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan itu diawali dengan pemaparan visi, misi, dan tujuan Parmusi oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua.</p><p>Dalam kesempatan itu, Abu Bakar menjelaskan bahwa kedatangan pengurus Parmusi selain untuk bersilaturahmi juga sebagai bentuk “mappatabe’” kepada Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya kepada Bupati Gowa sebagai pemegang otoritas pemerintahan di wilayah lokasi pembangunan pesantren.</p><p>“Pertemuan ini kami mappatabe’ sekaligus memohon dan mengharapkan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati untuk berkenan meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Parmusi,” harap Abu Bakar.</p><p>Menanggapi permohonan tersebut, Andi Azis menyatakan akan menyampaikan langsung aspirasi dan harapan Parmusi kepada Bupati Gowa.</p><p>“In shaa Allah akan kami sampaikan ke Ibu Bupati. Apakah beliau langsung hadir atau mendelegasikan kepada yang lain, tentu kita menunggu informasi selanjutnya,” jelasnya.</p><p>Abu Bakar juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengurus legalitas yayasan sebagai bagian dari tahapan pendirian pesantren. Yayasan tersebut nantinya bernama Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara.</p><p>“Sebelumnya, sesuai petunjuk Kementerian Hukum dan HAM, kami mengajukan tiga nama. Dan Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara inilah yang disetujui,” ujarnya.</p><p>Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, pesantren yang sedang dirintis bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan embrio ekosistem peradaban Islam terpadu.</p><p>“Basisnya adalah wahyu, ilmu, kaderisasi, dakwah, kemandirian ekonomi, dan pemberdayaan umat,” terang Abu Bakar.</p><p>Dalam audiensi tersebut, Abu Bakar turut memperkenalkan jajaran pengurus Parmusi Sulsel yang hadir mendampinginya, yakni Sekretaris Parmusi Drs. Syamsuddin MSi, Wakil Ketua Muliaty Mastura Yusuf, Drs. H. M. Saiful, Wakil Sekretaris Drs. H. Takuddin Rahimi, Wakil Ketua Da’iyat Murniati Dg Matarring, serta Ketua DPD Parmusi Gowa Drs. H. Muchlis Ahmad. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_FRwMPC3.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 11  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/pemkab-gowa-dukung-penuh-rencana-pembangunan-ponpes-madani-parmusi</guid>
					</item><item>
						<title>Parmusi Sulsel Bergerak Cepat, Jajaki Pendirian Ponpes di Tombolo Pao</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/parmusi-sulsel-bergerak-cepat-jajaki-pendirian-ponpes-di-tombolo-pao</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM</span> — Setelah melakukan audiensi dengan Kementerian Agama Kabupaten Gowa pada 4 Mei 2026, Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat menindaklanjuti rencana pendirian pondok pesantren di Kecamatan Tombolo Pao.</p><p>Hanya berselang sehari, jajaran Parmusi menggelar dialog dan silaturahmi bersama pemerintah setempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Tombolo Pao, Rabu (6/5/2026).</p><p>Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPW Parmusi Sulsel Dr. H. Abu Bakar Wasahua SH MH, Ketua DPD Parmusi Gowa H. Muhlis Ahmad, Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao Drs. H. Abdul Rahman MSi, Camat Tombolo Pao Astan Pagessa S.Sos, Kepala KUA Tombolo Pao Faisal Rahmat SS MH, Lurah Tamaona Muhammad Yusuf SP, pengurus Parmusi, serta sejumlah tokoh masyarakat.</p><p>Dalam pertemuan itu, pemerintah setempat menyampaikan apresiasi atas rencana pembangunan Pondok Pesantren Parmusi di wilayah Tombolo Pao.</p><p>“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Parmusi yang merencanakan pendirian pondok pesantren di wilayah kami. Semoga cita-cita mulia ini dapat tercapai sesuai harapan kita,” ujar Camat Tombolo Pao, Astan Pagessa.</p><p>Ketua DPW Parmusi Sulsel, Abu Bakar Wasahua, memaparkan visi, misi, serta logo pondok pesantren yang disebut segera diluncurkan. Ia menjelaskan, pesantren tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang unggul dalam bidang keagamaan maupun keterampilan komunikasi.</p><p>Menurutnya, Ponpes Parmusi nantinya akan difokuskan untuk mencetak santri penghafal Al-Qur’an yang berakhlak baik, menguasai bahasa Arab dan Inggris, serta memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni.</p><p>“Paling tidak bisa menyerupai ustaz Abdul Somad dan ustaz Adi Hidayat,” ujarnya.</p><p>Abu Bakar juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar rencana pembangunan pesantren dapat segera terealisasi.</p><p>“Ending-nya, saya mengharapkan dukungan kita semua. Terlebih karena Ibu Bupati akan mengunjungi Tombolo Pao setelah Lebaran Iduladha dan sekaligus nanti kita berharap Ibu Bupati akan melakukan peletakan batu pertama ponpes ini,” harapnya.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_ysTeSlZ.jpg"/>
						<pubDate>Rabu, 06  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/parmusi-sulsel-bergerak-cepat-jajaki-pendirian-ponpes-di-tombolo-pao</guid>
					</item><item>
						<title>Kemenag Gowa Dukung Pembangunan Ponpes Parmusi di Tombolo Pao</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/kemenag-gowa-dukung-pembangunan-ponpes-parmusi-di-tombolo-pao</link>
						<description><![CDATA[<p><strong>SOMBAOPU, GOWAMEDIA.COM&nbsp;</strong>– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Gowa, H. Jamaris, menyambut positif rencana pembangunan pondok pesantren (ponpes) yang digagas oleh Parmusi Sulawesi Selatan di Desa Dataran, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao.</p>
<p>“Saya senang dan bahagia atas rencana pembangunan ponpes ini. Kami di Kemenag terbuka terhadap semua ormas, terutama dalam kegiatan pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren,” ujar Jamaris saat menerima audiensi pengurus Parmusi Sulsel di ruang kerjanya di Jalan H. Agus Salim, Senin (4/5/2026).</p>
<p>Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kedekatan terjalin karena Jamaris dan Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, sama-sama merupakan alumni Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin serta pernah aktif di HMI Komisariat Ushuluddin. Selain itu, lokasi pembangunan ponpes berada di wilayah keluarga besar Kakankemenag Gowa, yang semakin mempererat komunikasi kedua pihak.</p>
<p>Menurut Jamaris, pertumbuhan lembaga pendidikan keagamaan di Gowa, seperti pondok pesantren dan rumah tahfiz, mengalami perkembangan signifikan dalam lima tahun terakhir. Kehadiran ponpes yang diinisiasi Parmusi dinilai akan memperkaya ekosistem pendidikan keagamaan di daerah tersebut.</p>
<p>“Ini sejalan dengan harapan Ibu Bupati, bahwa masyarakat Gowa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki muatan spiritual keagamaan yang kuat,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga arah pendidikan keagamaan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia, mengingat terdapat sejumlah lembaga yang tidak dapat melanjutkan aktivitasnya karena terindikasi menyimpang.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Gowa, Sardy Yoelfa, menjelaskan sejumlah persyaratan administratif pendirian pesantren. Di antaranya memiliki minimal 15 santri, adanya uji kelayakan penguasaan kitab kuning, status lahan yang telah sah secara wakaf, kelayakan bangunan dari instansi terkait, serta ketersediaan asrama dan masjid.</p>
<p>“Secara umum persyaratan sudah terpenuhi. Tinggal melengkapi tenaga pengajar lokal yang memenuhi kualifikasi, selain dari pengurus Parmusi yang siap mengabdi,” ujarnya.</p>
<p>Ketua DPW Parmusi Sulsel, Abu Bakar Wasahua, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemenag Gowa. Ia berharap rencana pembangunan ponpes tersebut dapat segera terwujud dengan dukungan seluruh pihak, khususnya masyarakat Tombolo Pao.</p>
<p>“Semoga niat baik ini bisa terlaksana sesuai harapan, dengan dukungan dan kekompakan semua elemen,” tutupnya. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_JVx8tk2.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 04  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/kemenag-gowa-dukung-pembangunan-ponpes-parmusi-di-tombolo-pao</guid>
					</item></channel></rss>