<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
					<channel>
					<title>RSS Feed GOWAMEDIA</title>
					<link>https://gowamedia.com/</link>
					<description>Latest posts of our site.</description>
					<atom:link href="https://gowamedia.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml"/><item>
						<title>Kemenag Gowa Dukung Pembangunan Ponpes Parmusi di Tombolo Pao</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/kemenag-gowa-dukung-pembangunan-ponpes-parmusi-di-tombolo-pao</link>
						<description><![CDATA[<p><strong>SOMBAOPU, GOWAMEDIA.COM&nbsp;</strong>– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Gowa, H. Jamaris, menyambut positif rencana pembangunan pondok pesantren (ponpes) yang digagas oleh Parmusi Sulawesi Selatan di Desa Dataran, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao.</p>
<p>“Saya senang dan bahagia atas rencana pembangunan ponpes ini. Kami di Kemenag terbuka terhadap semua ormas, terutama dalam kegiatan pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren,” ujar Jamaris saat menerima audiensi pengurus Parmusi Sulsel di ruang kerjanya di Jalan H. Agus Salim, Senin (4/5/2026).</p>
<p>Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kedekatan terjalin karena Jamaris dan Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, sama-sama merupakan alumni Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin serta pernah aktif di HMI Komisariat Ushuluddin. Selain itu, lokasi pembangunan ponpes berada di wilayah keluarga besar Kakankemenag Gowa, yang semakin mempererat komunikasi kedua pihak.</p>
<p>Menurut Jamaris, pertumbuhan lembaga pendidikan keagamaan di Gowa, seperti pondok pesantren dan rumah tahfiz, mengalami perkembangan signifikan dalam lima tahun terakhir. Kehadiran ponpes yang diinisiasi Parmusi dinilai akan memperkaya ekosistem pendidikan keagamaan di daerah tersebut.</p>
<p>“Ini sejalan dengan harapan Ibu Bupati, bahwa masyarakat Gowa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki muatan spiritual keagamaan yang kuat,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga arah pendidikan keagamaan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia, mengingat terdapat sejumlah lembaga yang tidak dapat melanjutkan aktivitasnya karena terindikasi menyimpang.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Gowa, Sardy Yoelfa, menjelaskan sejumlah persyaratan administratif pendirian pesantren. Di antaranya memiliki minimal 15 santri, adanya uji kelayakan penguasaan kitab kuning, status lahan yang telah sah secara wakaf, kelayakan bangunan dari instansi terkait, serta ketersediaan asrama dan masjid.</p>
<p>“Secara umum persyaratan sudah terpenuhi. Tinggal melengkapi tenaga pengajar lokal yang memenuhi kualifikasi, selain dari pengurus Parmusi yang siap mengabdi,” ujarnya.</p>
<p>Ketua DPW Parmusi Sulsel, Abu Bakar Wasahua, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemenag Gowa. Ia berharap rencana pembangunan ponpes tersebut dapat segera terwujud dengan dukungan seluruh pihak, khususnya masyarakat Tombolo Pao.</p>
<p>“Semoga niat baik ini bisa terlaksana sesuai harapan, dengan dukungan dan kekompakan semua elemen,” tutupnya. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_JVx8tk2.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 04  Mei 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/kemenag-gowa-dukung-pembangunan-ponpes-parmusi-di-tombolo-pao</guid>
					</item><item>
						<title>Bangun Pendidikan Umat, Parmusi Sulsel Siapkan Ponpes Madani Pertama di Luar Jawa</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/bangun-pendidikan-umat-parmusi-sulsel-siapkan-ponpes-madani-pertama-di-luar-jawa</link>
						<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM — Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (DPW Parmusi) Sulawesi Selatan terus mematangkan langkah strategis dalam membangun pendidikan umat melalui rencana pendirian Pondok Pesantren (Ponpes) Madani. Program ini digadang-gadang menjadi yang pertama didirikan Parmusi di luar Pulau Jawa sekaligus sebagai proyek percontohan nasional.</p><p>Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di RM Wong Solo Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Ahad (26/4). Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH, MH, dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas dan semangat kebersamaan seluruh pengurus dalam mewujudkan program tersebut.</p><p>“Ini bukan sekadar program organisasi, tetapi bagian dari ikhtiar besar untuk kemaslahatan umat. Karena itu, dibutuhkan keseriusan, tanggung jawab, dan semangat fastabiqul khairat dari kita semua,” ujar Abu Bakar.</p><p>Dalam rakor tersebut, selain konsolidasi organisasi, turut dibahas progres persiapan pembangunan Ponpes Madani yang akan berlokasi di Desa Dataran, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rencana pembangunan ini juga mendapat respons positif dari Pimpinan Pusat (PP) Parmusi.</p><p>Abu Bakar yang didampingi Sekretaris DPW Parmusi Sulsel, Drs. Syamsuddin, MSi, mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan ponpes direncanakan akan dilakukan oleh Bupati Gowa, disaksikan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Parmusi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa.</p><p>“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan audiensi dengan Bupati Gowa untuk mematangkan rencana peletakan batu pertama,” jelasnya.</p><p>Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus membangun optimisme dan memperkuat kerja kolektif dalam mewujudkan pembangunan pesantren tersebut. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen organisasi.</p><p>Sementara itu, Koordinator Tim Teknis Ponpes Madani Parmusi, Takuddin Rahimi, memaparkan visi, misi, serta logo pesantren yang telah dirumuskan. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan hasil pembahasan intensif tim teknis selama empat pekan dan telah diplenokan dalam forum rakor.</p><p>Dengan persiapan yang terus dimatangkan, DPW Parmusi Sulsel optimistis Ponpes Madani dapat segera terealisasi dan menjadi pusat pendidikan Islam yang berkontribusi luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi model pengembangan bagi Parmusi di seluruh Indonesia. (*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_aPnFslT.jpg"/>
						<pubDate>Minggu, 26  Apr 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/bangun-pendidikan-umat-parmusi-sulsel-siapkan-ponpes-madani-pertama-di-luar-jawa</guid>
					</item><item>
						<title>DPR Apresiasi Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Penerbangan Haji 2026</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/dpr-apresiasi-pemerintah-tanggung-kenaikan-biaya-penerbangan-haji-2026</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">JAKARTA, GOWAMEDIA.COM</span> - Komisi V DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah yang memutuskan untuk menanggung kenaikan biaya penerbangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat, khususnya calon jemaah haji.</p><p>Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, Selasa, 14 April 2026, menyatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah, terutama Presiden RI Prabowo Subianto, dalam menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji.</p><p>Menurut Danang, kenaikan biaya penerbangan haji tidak terlepas dari melonjaknya harga avtur serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan. Ia mengungkapkan, sejumlah maskapai telah mengusulkan penyesuaian biaya.</p><p>“Maskapai seperti Garuda Indonesia mengusulkan kenaikan biaya hingga Rp974,8 miliar, sementara Saudi Airlines mencapai Rp802,8 miliar,” ujarnya.</p><p>Secara agregat, lanjutnya, biaya penerbangan haji mengalami peningkatan dari Rp6,69 triliun menjadi Rp8,46 triliun atau naik sebesar Rp1,77 triliun.</p><p>Meski demikian, Danang menegaskan pemerintah telah mengambil langkah strategis agar lonjakan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah. “Alhamdulillah, Presiden telah menegaskan bahwa lonjakan biaya ini tidak boleh dibebankan kepada jemaah haji. Ini bentuk komitmen negara dalam menjaga keterjangkauan ibadah haji bagi masyarakat,” tambahnya.</p><p>Komisi V DPR RI pun menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Mereka berharap koordinasi antara pemerintah, maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, efisien, dan tetap berpihak pada kepentingan jemaah. (*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_8PF6RDg.jpg"/>
						<pubDate>Selasa, 14  Apr 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/dpr-apresiasi-pemerintah-tanggung-kenaikan-biaya-penerbangan-haji-2026</guid>
					</item><item>
						<title>Pemerintah Jamin Biaya Haji Tak Naik Meski Avtur Global Melonjak</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/pemerintah-jamin-biaya-haji-tak-naik-meski-avtur-global-melonjak</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">TANGERANG, GOWAMEDIA.COM</span> — Pemerintah memastikan biaya haji tahun 1447 H/2026 M tidak akan mengalami kenaikan meski harga avtur dunia tengah melonjak akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.</p><p>Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam sambutan penutupan Rapat Kerja Nasional Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Jumat (10/4/2026) malam.</p><p>Dahnil menegaskan bahwa lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang dipicu ketegangan kawasan Timur Tengah tidak akan dibebankan kepada jemaah haji Indonesia. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga agar biaya tetap terkendali.</p><p>“Sesuai instruksi Bapak Presiden, kami pastikan kenaikan harga avtur akibat situasi geopolitik tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Pemerintah akan menempuh solusi fiskal dan melakukan penyesuaian agar beban negara tetap terjaga,” ujarnya.</p><p>Selain memastikan stabilitas biaya, pemerintah juga menjamin kesiapan logistik jemaah selama berada di Tanah Suci. Dahnil menyebutkan bahwa kontrak serta ketersediaan kebutuhan pokok telah diamankan untuk mendukung kelancaran ibadah.</p><p>“Kami sudah melakukan mitigasi bersama KUH dan memastikan stok serta kontrak logistik jemaah aman untuk tiga bulan ke depan. Jadi, jemaah tidak perlu khawatir terkait kebutuhan selama beribadah,” lanjutnya.</p><p>Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah guna mengantisipasi potensi eskalasi yang dapat berdampak pada penyelenggaraan haji. Stabilitas kawasan dinilai krusial bagi kelancaran seluruh tahapan ibadah haji tahun ini.</p><p>Penutupan Rakernas tersebut menjadi momentum finalisasi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjelang keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan pada 22 April 2026.</p><p>Dahnil pun menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk bekerja optimal dalam memberikan pelayanan terbaik serta perlindungan maksimal bagi jemaah.</p><p>“Harapan kita dinamika geopolitik ini tidak semakin eskalatif. Namun secara sistem, kita sudah siap dengan berbagai skenario agar jemaah tetap dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_VTfcMGd.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 11  Apr 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/pemerintah-jamin-biaya-haji-tak-naik-meski-avtur-global-melonjak</guid>
					</item><item>
						<title>Road Show Halal bi Halal MW KAHMI Sulsel, Hidupkan Semangat Kebersamaan

</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/road-show-halal-bi-halal-mw-kahmi-sulsel-hidupkan-semangat-kebersamaan</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">BANTAENG, GOWAMEDIA.COM</span>- Langkah mereka tak mengenal lelah. Dalam balutan suasana Idul Fitri yang masih hangat, road show halal bi halal Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan menjelma menjadi ruang hidup bagi semangat kebersamaan.&nbsp;</p><p>Pada Jumat malam, 3 April 2026, pukul 20.00 WITA, rombongan tiba di jantung Kabupaten Bantaeng, tepatnya di Cafe Alonica, membawa energi silaturahmi yang terasa begitu hangat.</p><p>Sebelum berkumpul di kafe itu, rombongan lebih dulu dapat jamuan makan malam di kediaman dr Hikmawati, salah seorang Presidium MD KAHMI Bantaeng,. Makan malam sederhana berubah menjadi pertemuan bermakna.&nbsp;</p><p>Canda, tawa, nostalgia ber-HMI, mengalir tanpa sekat. Momentum halal bi halal menjadi ruang saling memaafkan—menguatkan kembali ikatan persaudaraan yang sedikit longgar oleh kesibukan masing-masing.</p><p>Road show ini lahir dari gagasan sederhana yang dicetuskan di kediaman Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, Fadriaty AS yang akrab disapa Enceng, pada 31 Maret 2026. Dikemas dengan acara makan malam dan pemotongan kue ulang tahunnya, ide Enceng tersebut mendapat respons cepat dan positif dari beberapa pengurus yang hadir malam itu.&nbsp;</p><p>"Ini ide bagus. Sebuah tradisi baru MW KAHMI Sulsel. Apalagi masih suasana lebaran," sergah Muhammad Yusuf AR, seorang pengurus harian.</p><p>Dari sanalah perjalanan panjang ini dimulai—bukan sekadar kunjungan, tetapi gerakan merawat kebersamaan, di bawah bendera KAHMI.</p><p>Perjalanan perdana dimulai di Kabupaten Gowa pada Rabu, 1 April 2026. Di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kementerian Agama setempat, rombongan disambut oleh Jamaris, Koordinator Presidum MD KAHMI Gowa yang juga merupakan Kepala Kantor Kemenag Gowa.&nbsp;</p><p>Dari titik itu, langkah demi langkah dilanjutkan, menyisir wilayah selatan Sulawesi Selatan: Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, hingga akhirnya tiba di Bantaeng. Perjalanan akan terus berlanjut ke Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai, sebelum bergerak ke wilayah utara, mulai Kabupaten Maros hingga kawasan Luwu.</p><p>Di tengah suasana hangat di Cafe Alonica, Sekretaris MD KAHMI Bantaeng, Ahmad Fihrun, saat membuka acara sempat mengungkapkan pertanyaan yang menggelitik.</p><p>“Ada yang bertanya-tanya, saat saya men-japri satu per satu teman-teman pengurus. Ini agenda apa. Apakah ada muatan politisnya. Tapi kan, Pemilu masih jauh, atau karena Musywil sudah dekat?” ujarnya disambut tawa lebar hadirin.</p><p>Namun Enceng menegaskan, kegiatan ini murni silaturahmi. “Pemilu masih jauh. Ini bukan soal politik, tapi soal kebersamaan. Biasanya daerah yang datang ke wilayah, sekarang kita yang menyapa daerah,” jelasnya.</p><p>Lebih jauh, Enceng menekankan KAHMI bukan sekadar wadah pertemuan rutin, melainkan organisasi besar yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dengan pemerintah setempat, tanpa kehilangan sikap kritis yang etis dan elegan.</p><p>Senada dengan itu, Hikmawati mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, terutama dalam momentum politik seperti pilkada.&nbsp;</p><p>“Perbedaan itu hal biasa, tapi jangan sampai memecah kita. KAHMI harus tetap solid,” tegasnya.</p><p>Dia juga mengajak agar eksistensi KAHMI tetap kokoh dan kuat sebagai penyeimbang agar kapal besar KAHMI tidak oleng diterjang badai. Dia pun memohon petunjuk dan arahan kepada MW KAHMI terkait periodisasi pengurus yang akan habis masa baktinya.&nbsp;</p><p>Dalam kapasitasnya sebagai Korpres MW KAHMI Sulsel, Enceng mendorong agar kepengurusan MD KAHMI Bantaeng segera mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda), seiring dengan agenda Musyawarah Wilayah yang dijadwalkan pada Maret 2027.</p><p>Turut hadir pada momen silaturahmi dan konsolidasi internal itu, para presidium MD KAHMI Bantaeng: Nurdin Halim, Muhammad Nur Fajrin, Misbahuddin, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Ketua Forhati Bantaeng Asniati Bintang, tim dari MW KAHMI Sulsel, beberapa pengurus MD KAHMI Bantaeng, dan Ketua HMI Cabang Bantaeng.</p><p>Malam itu, di sudut Bantaeng, road show halal bi halal menjadi simbol—bahwa di tengah dinamika, perbedaan, dan jarak, semangat kebersamaan tetap bisa dihidupkan, dirawat, dan diwariskan. (*)</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_ER2F5y1.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 04  Apr 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/road-show-halal-bi-halal-mw-kahmi-sulsel-hidupkan-semangat-kebersamaan</guid>
					</item><item>
						<title>Warga Keluhkan Pelayanan Desa Romangloe, Sangat Lamban Hingga Menunggu Berjam-jam</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/warga-keluhkan-pelayanan-desa-romangloe-sangat-lamban-hingga-menunggu-berjam-jam</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">ROMANGLOE, GOWAMEDIA.COM</span> - Dugaan pelanggaran standar pelayanan publik mencuat di Kantor Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Warga mengeluhkan lambannya pelayanan administrasi, bahkan harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian karena aparatur desa, termasuk kepala desa, kerap tidak berada di tempat.&nbsp;</p><p>Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017.</p><p>Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan lambannya proses pelayanan, bahkan harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian waktu penyelesaian. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang berharap pelayanan dasar dapat diakses dengan mudah dan cepat.</p><p>Salah satu keluhan disampaikan oleh Adriani Safutri. Ia mengaku telah berulang kali mengalami hal serupa saat mengurus dokumen di kantor desa.</p><p>“Ini bukan pertama kali. Saya datang untuk urus surat, tapi harus menunggu lama karena kepala desa tidak ada di tempat. Tidak ada kejelasan kapan dilayani,” ujarnya dengan nada kecewa.</p><p>Perempuan yang akrab disapa Putri itu tengah mengurus surat keterangan tanah dan surat keterangan tidak sengketa. Namun, proses administrasi yang seharusnya menjadi hak dasar warga justru terhambat akibat buruknya tata kelola pelayanan di kantor desa.</p><p>Kondisi tersebut dinilai mencerminkan kelalaian serius aparatur desa dalam menjalankan kewajiban pelayanan publik. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 ditegaskan bahwa penyelenggara pelayanan wajib memberikan layanan yang cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 mengatur standar pelayanan minimal di desa, termasuk kepastian waktu, prosedur, dan mekanisme pelayanan kepada masyarakat.</p><p>Selain itu, ketergantungan penuh terhadap kehadiran kepala desa juga menjadi sorotan. Minimnya sistem pelayanan yang terstruktur membuat aktivitas administrasi praktis terhenti ketika pejabat terkait tidak berada di tempat.</p><p>Atas persoalan ini, Adriani mendesak Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur desa, khususnya di Desa Romangloe.</p><p>“Kalau ini terus dibiarkan, pelayanan publik di desa hanya akan jadi formalitas tanpa substansi. Harus ada tindakan tegas,” tegasnya. (*)&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_sZ37t4G.png"/>
						<pubDate>Rabu, 01  Apr 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/warga-keluhkan-pelayanan-desa-romangloe-sangat-lamban-hingga-menunggu-berjam-jam</guid>
					</item><item>
						<title>Ponpes Parmusi Segera Hadir di Tamaona, Ikrar Wakaf Penuh Haru</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/ponpes-parmusi-segera-hadir-di-tamaona-ikrar-wakaf-penuh-haru</link>
						<description><![CDATA[<h5><span style="font-size: 13px; color: inherit; font-family: inherit;"><span style="font-weight: bold;">TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM </span>- Pondok pesantren (Ponpes) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) segera hadir di Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Kepastian itu ditandai dengan prosesi ikrar wakaf yang berlangsung penuh haru, Sabtu (28/3).</span></h5><h6><span style="font-size: 13px; color: inherit; font-family: inherit;"><br></span></h6><p>Tim Parmusi Sulawesi Selatan yang dipimpin Ketua DPW, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH, MH, tiba di lokasi sehari sebelumnya, Jumat (27/3), setelah menempuh perjalanan dari Makassar bersama delapan anggota rombongan lainnya.</p><p>Perjalanan menuju Tamaona tidaklah mudah. Rombongan harus melewati jalur berkabut tebal di wilayah Kanreapia, Bulu Ballea. Jarak pandang sangat terbatas, sementara di sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang yang memicu ketegangan.</p><p>Ketua DPD Parmusi Gowa, Drs. H. Muhlis Ahmad, yang mengemudikan kendaraan, tetap melanjutkan perjalanan meski sempat diminta berhenti. Dalam kondisi minim visibilitas, kendaraan sempat berada di jalur kanan hingga pengendara dari arah berlawanan mengingatkan.</p><p>“Bapak salah jalur,” ujar seorang pengendara.<br>
“Iya, Pak. Maaf, karena kabut kami tidak melihat jalan dan tidak hafal medan di sini,” jawab Muhlis.</p><p>Rombongan akhirnya tiba di kediaman Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Drs. H. Abdurrahman L, MSi, pada pukul 18.59 WITA.</p><h4>Ikrar Wakaf Penuh Haru</h4><p>Agenda utama kunjungan Parmusi adalah menindaklanjuti rencana pembangunan pondok pesantren sebagai bagian dari program strategis di bidang pendidikan.</p><p>Pada Sabtu (28/3), tim Parmusi bersama pemilik lahan meninjau lokasi pembangunan yang dinilai strategis karena memiliki panorama wilayah Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, hingga Gunung Bawakaraeng, sekaligus berpotensi menjadi kawasan wisata religi.</p><p>Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar wakaf di kediaman Abdurrahman, disertai penandatanganan dokumen oleh para pihak. Penyerahan berkas wakaf dari Abdurrahman kepada Ketua DPW Parmusi Sulsel berlangsung dalam suasana emosional.</p><p>Abdurrahman tampak tak kuasa menahan haru hingga tak mampu melanjutkan kata-katanya. Sejumlah saksi yang hadir pun ikut menitikkan air mata dalam momen tersebut.</p><h4>Konsep Pesantren Berbasis Kemandirian</h4><p>Ketua DPW Parmusi Sulsel, Abu Bakar Wasahua, menjelaskan bahwa pesantren yang akan dibangun tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga penguatan keterampilan hidup.</p><p>“Santri nantinya tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan seperti pertanian, peternakan, hingga perikanan, termasuk budidaya ikan belut,” ujarnya.</p><p>Konsep pembelajaran juga akan mengedepankan pendekatan alam terbuka, sehingga santri dapat belajar secara berkelompok di luar ruangan.</p><p>Abdurrahman menegaskan, pembangunan pesantren ini merupakan bagian dari kontribusi Parmusi dalam membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.</p><p>“Kalau kita mulai secara bertahap, insya Allah akan ada dukungan yang mengikuti. Semoga pertolongan Allah mengalir hingga pesantren ini berdiri kokoh,” ujarnya.</p><p>Ia berharap, kehadiran pesantren di Tamaona akan memperkuat syiar Islam dan memakmurkan Masjid Babul Firdaus Datarang, sekaligus menghadirkan akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat.</p><p>“Kita fokus pada kualitas, memperkuat hafalan Alquran dan penguasaan bahasa. Santri juga yang akan menjaga dan meramaikan masjid ini,” tambahnya.</p><p>



















</p><p>Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Drs. H. Takuddin Rahimi, sebagai penanda dimulainya langkah awal pembangunan Ponpes Parmusi di kawasan Tamaona.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_SvsdwiQ.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 28  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/ponpes-parmusi-segera-hadir-di-tamaona-ikrar-wakaf-penuh-haru</guid>
					</item><item>
						<title>Lebih dari 30 Ribu Jemaah Umrah Sudah Pulang, Kemenhaj Terus Lakukan Pengawasan</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/lebih-dari-30-ribu-jemaah-umrah-sudah-pulang-kemenhaj-terus-lakukan-pengawasan</link>
						<description><![CDATA[<p><strong>JEDDAH, GOWAMEDIA.COM –</strong> Lebih dari 30 ribu jemaah umrah Indonesia dilaporkan telah kembali ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah menegaskan terus melakukan pengawasan ketat terhadap proses kepulangan jemaah di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.</p><p>Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah tetap berjalan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, dalam dua hari terakhir.</p><p>Dalam laporannya, sebanyak 2.190 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Rinciannya, 985 jemaah diberangkatkan pada 17 Maret 2026 dan 1.205 jemaah pada 18 Maret 2026.</p><p>Namun demikian, dinamika di lapangan masih terjadi. Sejumlah jemaah dilaporkan terdampak pembatalan penerbangan oleh beberapa maskapai, yang mengakibatkan ketidakpastian jadwal kepulangan serta meningkatnya beban biaya akomodasi dan konsumsi secara mandiri.</p><p>Menanggapi hal ini, Ilham menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan hak dan perlindungannya hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan lancar.</p><p>“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi para jemaah serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengupayakan solusi terbaik bagi percepatan kepulangan mereka di tengah situasi yang dinamis ini,” ujarnya.</p><p>Seiring proses pemulangan yang terus berjalan, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air pada periode 28 Februari hingga 18 Maret 2026 tercatat mencapai 30.360 orang.</p><p>Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah untuk tetap tenang dan menjaga komunikasi aktif dengan petugas lapangan. Pemerintah juga mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar tetap bertanggung jawab penuh atas akomodasi dan tiket kepulangan jemaah sesuai kontrak yang telah disepakati. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_8WlLzv1.jpg"/>
						<pubDate>Kamis, 19  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/lebih-dari-30-ribu-jemaah-umrah-sudah-pulang-kemenhaj-terus-lakukan-pengawasan</guid>
					</item><item>
						<title>Hikmah Ramadan 1447/2026
"Konsisten Beribadah Pasca-Ramadan"</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-konsisten-beribadah-pasca-ramadan</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM </span>— Ceramah tarawih di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (18/3/2026), menghadirkan Ustad H. Zainal Timung, S.Pd., M.Pd dengan tema “Menjaga Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan.” Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya mempertahankan semangat ibadah setelah bulan suci berakhir.</p><p>Dalam pembukaan ceramahnya, Zainal Timung menyampaikan bahwa berakhirnya Ramadan merupakan kehilangan besar bagi umat Islam. Ia mengutip riwayat yang menjelaskan bahwa ketika Ramadan berlalu, langit, bumi, dan para malaikat seakan bersedih karena berakhirnya bulan penuh ampunan, saat amal dilipatgandakan, sedekah diterima, dan azab ditahan.</p><p>“Ramadan adalah momentum terbaik yang Allah berikan. Pertanyaannya, apakah kita mampu menjaga konsistensi ibadah setelahnya?” ujarnya di hadapan jamaah.</p><p>Ia menyoroti fenomena yang kerap terjadi, yakni menurunnya kualitas ibadah pasca-Ramadan. Masjid yang sebelumnya ramai menjadi lengang, sementara pusat perbelanjaan justru dipenuhi. Padahal, menurutnya, keberhasilan Ramadan justru diukur dari kesinambungan amal setelahnya.</p><p>Zainal juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan waktu-waktu tertentu,</p><p>“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.” (HR. al-Dailami, meski statusnya diperselisihkan ulama, maknanya mendorong memuliakan Ramadan)</p><p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa salat berjamaah bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan spiritual seorang Muslim. Ia mengutip hadis sahih:</p><p>“Barang siapa melaksanakan salat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia telah salat setengah malam. Dan barang siapa melaksanakan salat Subuh berjamaah, maka seakan-akan ia telah salat sepanjang malam.” (HR. Muslim)</p><p>Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:</p><p>“Seandainya manusia mengetahui keutamaan salat Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p><p>Menurutnya, hadis ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah terhadap konsistensi ibadah umatnya, khususnya salat berjamaah, terutama setelah Ramadan.</p><p>Selain itu, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga interaksi dengan Al-Qur’an.</p><p>“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)</p><p>Zikir juga ditekankan sebagai amalan ringan namun berpahala besar dan menjadi pelindung dari berbagai keburukan. Ia mengingatkan bacaan-bacaan sederhana seperti:</p><p>“Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar” yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah.</p><p>Dalam aspek sosial, ia mengutip firman Allah SWT:</p><p>“(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan orang lain…” (QS. Ali Imran: 134)</p><p>Ayat tersebut, menurutnya, menjadi indikator ketakwaan yang harus terus dijaga setelah Ramadan.</p><p>“Ramadan adalah madrasah yang menggembleng hati dan jiwa kita. Jangan sampai setelah sebulan dilatih, kita kembali lalai,” tegasnya.</p><p>Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir sebagai benteng dari godaan setan, serta menyiapkan doa-doa terbaik di penghujung Ramadan. Selain memohon ampunan, umat Islam dianjurkan berdoa agar diberi umur panjang dan kesempatan bertemu kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.</p><p>Menutup ceramahnya, Zainal Timung mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya menjaga, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadan, sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama bulan suci benar-benar membekas dalam kehidupan sehari-hari.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_cvzak5F.jpg"/>
						<pubDate>Rabu, 18  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-konsisten-beribadah-pasca-ramadan</guid>
					</item><item>
						<title>Hikmah Ramadan 1447/2026:
"Doa dan Zikir, Amalan Ringan Berpahala Besar"

</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-doa-dan-zikir-amalan-ringan-berpahala-besar</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM</span> – Doa dan zikir merupakan amalan ringan namun memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT. Pesan itu disampaikan Dr. KH Muhammad Chiar Hijaz, Lc., M.A. dalam ceramah tarawih bertema “Doa dan Zikir” di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa (17/3/2026).</p><p>Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa zikir dan doa adalah ibadah yang disyariatkan Allah SWT dan memiliki makna yang sangat luas, mencakup hati, lisan, hingga perbuatan.</p><p>“Zikir bukan hanya ucapan, tetapi menghadirkan Allah dalam hati dan memaknai kebesaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.</p><p>Ia menjelaskan, zikir terbagi dalam tiga bentuk. Pertama, zikir dengan hati, yakni merenungkan kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah:</p><p>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…” (QS. Ali ‘Imran: 190–191).</p><p>Kedua, zikir dengan lisan, yakni menyebut nama Allah melalui tasbih, tahmid, takbir, tahlil, bershalawat, serta membaca Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:</p><p>“Wahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41).</p><p>Selain itu, Allah juga berfirman:</p><p>“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152).</p><p>Ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:</p><p>“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih: Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p><p>Dalam hadis lain disebutkan:</p><p>“Barang siapa yang mengucapkan ‘Subhanallahi wabihamdihi’ seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p><p>Ketiga, zikir dengan anggota tubuh, yakni melalui amal ibadah seperti salat, rukuk, dan sujud. Allah SWT berfirman:</p><p>“Dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14).</p><p>Menurutnya, seluruh amal kebaikan pada hakikatnya adalah bentuk zikir kepada Allah SWT.</p><p>Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zikir membawa ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah. Hal ini sebagaimana firman-Nya:</p><p>“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).</p><p>Ia juga mengutip hadis qudsi:</p><p>“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku…” (HR. Bukhari dan Muslim).</p><p>Menutup ceramahnya, ia mengajak jemaah untuk memperbanyak zikir dan doa dalam segala keadaan, terlebih di penghujung Ramadan.</p><p>“Amalan ini sangat ringan, tetapi pahalanya sangat besar. Maka jangan pernah tinggalkan zikir dan doa dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_ck9JrzV.jpg"/>
						<pubDate>Selasa, 17  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-doa-dan-zikir-amalan-ringan-berpahala-besar</guid>
					</item><item>
						<title>Mau Mutasi ke Kemenhaj? Ini Peluang 453 Formasi yang Bisa Kamu Rebut</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/mau-mutasi-ke-kemenhaj-ini-peluang-453-formasi-yang-bisa-kamu-rebut</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">JAKARTA, GOWAMEDIA.COM</span>&nbsp;<em>—</em> Peluang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk berkarier di sektor pelayanan haji dan umrah kembali terbuka. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) resmi membuka seleksi mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2026 dengan menyediakan 453 formasi bagi PNS dari kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah di seluruh Indonesia.</p><p>Seleksi ini menjadi bagian dari upaya strategis Kemenhaj dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan mutu pelayanan haji dan umrah yang semakin kompleks dan dinamis dari tahun ke tahun.</p><p>Pembukaan seleksi tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: PENG-6/SJ/2026 tertanggal 1 Maret 2026 tentang Seleksi Pengisian Mutasi Masuk PNS di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.</p><p>Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel.</p><p>“Ini adalah kesempatan bagi PNS yang ingin mengembangkan karier sekaligus berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah nasional,” ujarnya.</p><p>Ia juga memastikan bahwa proses seleksi berlangsung bersih dan berintegritas, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli), korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).</p><p>Dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan, Kemenhaj terus mendorong pembangunan Zona Integritas. Seluruh jajaran berkomitmen menolak segala bentuk suap maupun gratifikasi demi menjaga kepercayaan publik.</p><p>Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Portal ASN Digital Badan Kepegawaian Negara (BKN). Informasi lengkap terkait persyaratan, tahapan seleksi, hingga rincian formasi dapat diakses melalui kanal resmi yang tersedia.</p><p>Kemenhaj mengimbau para PNS yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal, sekaligus waspada terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.</p><p>









</p><p>Melalui seleksi ini, Kemenhaj berharap dapat memperkuat organisasi serta menghadirkan layanan haji dan umrah yang semakin profesional, transparan, dan berkelanjutan. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_nHYWItp.jpg"/>
						<pubDate>Selasa, 17  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/mau-mutasi-ke-kemenhaj-ini-peluang-453-formasi-yang-bisa-kamu-rebut</guid>
					</item><item>
						<title>Hikmah Ramadan 1447/2026: 
"Doa adalah Inti Ibadah"</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-doa-adalah-inti-ibadah</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM </span>— Ceramah tarawih di Masjid Agung Syekh Yusuf pada Senin malam (16/3/2026) menghadirkan penceramah H. Jafaruddin, S.Ag., MA. Dalam tausiyahnya yang mengangkat tema “Doa adalah Inti Ibadah”, ia mengajak jamaah memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak doa sebagai salah satu ibadah yang paling dicintai Allah SWT.</p><p>Dalam ceramahnya, Jafaruddin mengingatkan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk memperbanyak doa.</p><p>Ia menjelaskan, selama ini sebagian orang memaknai doa hanya sebagai permintaan kepada Allah. Padahal, doa sejatinya adalah ibadah yang menunjukkan ketundukan dan ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya.</p><p>“Doa adalah komitmen seorang hamba kepada Allah SWT bahwa hanya kepada-Nya kita memohon dan hanya kepada-Nya tempat kita bergantung,” ujarnya di hadapan jamaah.</p><p>Ia menegaskan bahwa Allah tidak menyukai hamba yang menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Karena itu, semakin sering seorang hamba berdoa, merendahkan diri, bahkan menangis memohon kepada Allah, maka semakin dicintai oleh-Nya.</p><p>Jafaruddin kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Ghafir ayat 60:</p><p>“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”</p><p>Selain itu, ia juga menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan kedudukan doa sebagai inti ibadah. Rasulullah SAW bersabda:</p><p>“Ad-du‘a’ huwa al-‘ibadah (Doa itu adalah ibadah).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)</p><p>Dalam riwayat lain disebutkan:</p><p>“Ad-du‘a’ mukhkhul ‘ibadah (Doa adalah inti atau sumsum ibadah).” (HR. At-Tirmidzi)</p><p>Ia juga menyampaikan hadis yang menjelaskan bahwa setiap doa seorang Muslim pasti mendapatkan jawaban dari Allah selama tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:</p><p>“Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: pertama, disegerakan pengabulannya. Kedua, disimpan untuknya sebagai pahala di akhirat, atau ketiga, dihindarkan darinya keburukan yang semisal dengannya.” (HR. Ahmad)</p><p>Menurut Jafaruddin, banyak orang merasa doanya tidak dikabulkan karena tidak memahami cara Allah mengabulkan doa tersebut. Padahal, Allah bisa saja mengganti doa itu dengan kebaikan lain atau menjadikannya sebagai penolak bala.</p><p>Ia juga mengutip perkataan Umar bin Khattab yang menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan apakah doa akan dikabulkan atau tidak. Menurut Umar, jika seseorang telah diberi ilham untuk berdoa, maka di dalamnya sudah terdapat tanda bahwa pengabulan doa itu menyertainya.</p><p>Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa doa terbagi menjadi dua. Pertama, doa sebagai ibadah murni seperti dzikir, tasbih, tahmid, dan pujian kepada Allah. Kedua, doa yang berisi permintaan seorang hamba kepada Allah.</p><p>Menurutnya, doa permintaan tidak harus selalu menggunakan bahasa Arab. Seorang hamba boleh berdoa dengan bahasa apa pun sesuai kebutuhan dan hajatnya, baik untuk keluarga, pekerjaan, maupun keselamatan dunia dan akhirat.</p><p>Ia pun menutup ceramah dengan mengajak jamaah agar tidak pernah lemah dalam berdoa.</p><p>“Jangan pernah lemah dalam berdoa. Tidak ada seorang pun yang celaka karena doa. Justru doa menunjukkan bahwa kita benar-benar membutuhkan Allah SWT,” ujarnya.</p><p>Jafaruddin mengajak seluruh jamaah untuk menengadahkan tangan kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, memohon agar diberikan kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. (*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_U1L0h3f.jpg"/>
						<pubDate>Senin, 16  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-doa-adalah-inti-ibadah</guid>
					</item><item>
						<title>Hikmah Ramadan 1447/2026

"Ramadan untuk Orang-Orang yang Beruntung"</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-ramadan-untuk-orang-orang-yang-beruntung</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM</span> - Ceramah tarawih di Masjid Agung Syekh Yusuf pada Ahad malam (15/3/2026) diisi oleh Drs H Agung Wirawan, M.Si. Dalam tausiyahnya yang bertajuk “Orang-orang yang Beruntung”, ia menegaskan bahwa bulan suci Ramadan adalah momentum bagi manusia untuk meraih keberuntungan di sisi Allah SWT.</p><p>Di hadapan jamaah salat tarawih, Agung menjelaskan bahwa Ramadan pada hakikatnya diperuntukkan bagi orang-orang yang beruntung, yakni mereka yang dikehendaki oleh Allah sekaligus memiliki kemauan untuk berubah dan memperbaiki diri.</p><p>Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:</p><p>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’d: 11)</p><p>Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan seorang hamba tidak hanya bergantung pada harapan semata, tetapi juga pada kesungguhan untuk berusaha memperbaiki diri, terutama di bulan Ramadan.</p><p>Agung menjelaskan bahwa manusia dalam menjalani Ramadan terbagi dalam dua golongan. Pertama, orang-orang yang beruntung, yaitu mereka yang memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah. Kedua, orang-orang yang buntung, yakni mereka yang menyia-nyiakan kesempatan di bulan penuh rahmat ini.</p><p>Ia menambahkan, orang yang beruntung di bulan Ramadan akan memperoleh sejumlah keutamaan. Di antaranya adalah kesempatan meraih malam Lailatul Qadr, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.</p><p>"Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)</p><p>Selain itu, mereka juga termasuk hamba yang dicintai Allah SWT karena kedekatannya dengan ibadah.</p><p>“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”(QS. Al-Baqarah: 222)</p><p>Bahkan, kata Agung, orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan dirindukan oleh surga.</p><p>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”(QS. Al-Kahfi: 107)</p><p>Ia menjelaskan bahwa salah satu ciri utama orang yang beruntung adalah bersungguh-sungguh dalam salatnya, sebagaimana firman Allah SWT:</p><p>“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya.”(QS. Al-Mu’minun: 1–2)</p><p>Menurutnya, bentuk kesungguhan itu terlihat dari kebiasaan melaksanakan salat fardu di awal waktu serta secara berjamaah.</p><p>“Salat berjamaah sangat penting. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan bahwa salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat,” ujarnya mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.</p><p>Selain menjaga salat, orang yang beruntung juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, membaca dan mentadabburinya secara perlahan.</p><p>“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan jelas).”(QS. Al-Muzzammil: 4)</p><p>Ciri lainnya adalah meninggalkan perkataan yang tidak benar atau sia-sia, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:</p><p>“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna.”(QS. Al-Mu’minun: 3)</p><p>Dalam ceramahnya, Agung juga menyinggung persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat. Menurutnya, Al-Qur’an telah mengingatkan hal tersebut sejak lama.</p><p>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS. Ar-Rum: 41)</p><p>Memasuki penghujung Ramadan, ia juga mengingatkan umat Islam untuk menunaikan zakat fitri sebagai kewajiban setiap Muslim.</p><p>Rasulullah SAW bersabda:</p><p>“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan sebagai makanan bagi orang miskin.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p><p>Agung juga mendorong umat Islam untuk memperbanyak sedekah, terutama kepada keluarga.</p><p>“Sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat bernilai dua: sedekah dan silaturahmi.”(HR. Tirmidzi)</p><p>Namun demikian, ia mengingatkan agar kesibukan menjelang Idulfitri, seperti membuat kue atau membersihkan rumah, tidak sampai membuat seseorang menunda atau melalaikan salat.</p><p>Sebagai informasi, Drs H Agung Wirawan, M.Si merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia dikenal aktif memberikan ceramah dan kajian keislaman di berbagai forum keagamaan.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_kMr4pJ0.jpg"/>
						<pubDate>Minggu, 15  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/hikmah-ramadan-1447-2026-ramadan-untuk-orang-orang-yang-beruntung</guid>
					</item><item>
						<title>Fatwa Muhammadiyah Bolehkan Sembelih Hewan Dam di Tanah Air, Kemenhaj Sambut Gembira</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/fatwa-muhammadiyah-bolehkan-sembelih-hewan-dam-di-tanah-air-kemenhaj-sambut-gembira</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">JAKARTA, GOWAMEDIA.COM </span>— Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyambut baik fatwa yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah mengenai kebolehan pemindahan penyembelihan hewan dam ke tanah air dengan syarat tertentu.</p><p>Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah, M. Afief Mundzir, mengatakan bahwa fatwa tersebut menjadi panduan penting bagi jemaah dalam menjalankan ibadah secara lebih tertib dan terarah.</p><p>“Fatwa ini kami sambut baik karena memberikan panduan yang jelas bagi jemaah. Selain itu, kebijakan ini juga dapat mengurangi potensi pembayaran ilegal di Arab Saudi, sekaligus memudahkan jemaah karena ada pilihan dalam menunaikan dam,” ujar Afief di Jakarta (15/03/2026).</p><p>Menurutnya, Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang menyatakan kebolehan pemindahan penyembelihan dam ke tanah air secara syar’i menunjukkan adanya pertimbangan terhadap realitas penyembelihan hewan dam di Tanah Suci yang saat ini menghadapi sejumlah kendala.</p><p>“Pandangan ini juga memperlihatkan adanya pertimbangan kemaslahatan, terutama dalam memastikan proses penyembelihan dapat dikelola dengan baik serta distribusi dagingnya dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan di tanah air,” lanjut Afief.</p><p>Ia menambahkan, pemerintah terus membuka ruang sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan dalam rangka memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan jemaah Indonesia.</p><p>“Kami mengapresiasi pandangan keagamaan dari PP Muhammadiyah ini. Harapannya, panduan tersebut dapat membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” tutup Afief.</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_4Z1GI9j.jpg"/>
						<pubDate>Minggu, 15  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/fatwa-muhammadiyah-bolehkan-sembelih-hewan-dam-di-tanah-air-kemenhaj-sambut-gembira</guid>
					</item><item>
						<title>Kanaka Project Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Aksi Berbagi Sahur
</title>
						<link>https://gowamedia.com/read/kanaka-project-tebar-kebaikan-ramadan-lewat-aksi-berbagi-sahur</link>
						<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM</span> — Aksi berbagi di bulan suci Ramadhan terus bermunculan dari berbagai komunitas. Salah satunya dilakukan Komunitas Sosial Kanaka Project yang menggelar kegiatan Berbagi Sahur On The Road di kawasan perempatan Gowa–Makassar, Sabtu dini hari (14/3/2026).</p><p>Sekitar 20 relawan Kanaka Project turun langsung ke jalan untuk membagikan paket sahur kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu makan sahur.</p><p>Para relawan menyasar pengendara yang melintas, pekerja malam, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi perempatan Gowa–Makassar. Paket makanan sahur dibagikan secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.</p><p>Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para relawan tampak menyapa pengendara sambil menyerahkan paket sahur, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di bulan Ramadhan.</p><p>Pendiri Kanaka Project, Mail, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial komunitasnya kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada dini hari.</p><p>“Semoga dengan kebaikan atau langkah kecil yang kami lakukan di bulan Ramadhan ini dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Mail.</p><p>Ia berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan serta mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menebar kebaikan.</p><p>Melalui kegiatan Berbagi Sahur On The Road ini, Kanaka Project berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin tumbuh, sehingga nilai kebersamaan dan kebaikan di bulan Ramadhan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.(*)&nbsp;</p>]]></description>
						<enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gowamedia.com/upload/images/berita/img_FVNxh4v.jpg"/>
						<pubDate>Sabtu, 14  Mar 2026 +0700</pubDate>
						<guid>https://gowamedia.com/read/kanaka-project-tebar-kebaikan-ramadan-lewat-aksi-berbagi-sahur</guid>
					</item></channel></rss>