Renungan Ramadan: Rezeki Yang Diberkahi

SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM - Ustad Asrul Ihsan menjelaskan tentang rezeki yang Allah Swt berkahi dalam ceramah tarwih 28 Ramadan 1446 H, Kamis, 27 Maret 2025 di Masjid Al Amanah Kantor Kemenag Gowa.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Salah satu nikmat besar yang sering kita anggap remeh adalah nikmat tidur nyenyak. Allah SWT berfirman:
"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat." (QS. An-Naba: 9)
Nikmat ini sering kali baru kita sadari ketika kita kehilangannya. Banyak orang di luar sana yang tidak bisa tidur nyenyak karena beban utang yang menyesakkan dada.
Di tempat lain, seperti di Gaza, saudara-saudara kita harus terjaga sepanjang malam karena ancaman serangan yang datang kapan saja. Maka, jika malam ini kita masih bisa tidur dengan tenang, itu adalah karunia yang besar dari Allah SWT.
Allah SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hamba-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2-3)
Namun, perlu kita pahami bahwa tidak semua harta adalah rezeki yang membawa keberkahan. Ada harta yang justru menjadi sumber kebinasaan, seperti yang digunakan untuk maksiat, termasuk judi online yang marak saat ini. Oleh karena itu, harta yang berkah adalah harta yang digunakan di jalan Allah.
Harta yang Diberkahi
1. Harta yang dibelanjakan di jalan Allah
Harta yang digunakan untuk sedekah, infak, dan wakaf akan menjadi investasi akhirat yang terus mengalir pahalanya. Rasulullah ? bersabda
"Tidak akan berkurang harta karena sedekah." (HR. Muslim)
2. Harta yang diberikan kepada orang lain dan mendatangkan doa
Ketika kita bersedekah kepada orang yang membutuhkan, mereka akan mendoakan kita. Doa orang yang tulus sangatlah mustajab. Allah akan menilai sikap kita terhadap fenomena di sekitar kita, apakah kita peduli kepada yang membutuhkan atau tidak.
3. Harta yang disedekahkan setelah keluarga, yakni kepada anak yatim dan fakir miskin
Sedekah yang diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan akan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Rasulullah SAW bersabda:
"Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada sebuah kisah menarik dari zaman Rasulullah SAW tentang seorang sahabat bernama Sya’labah. Ia adalah seorang ahli ibadah yang sangat rajin beritikaf. Sya’labah dan istrinya hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa.
Mereka hanya memiliki satu sarung yang digunakan bergantian untuk shalat. Jika Sya’labah pergi ke masjid, istrinya harus menunggu hingga ia kembali untuk bisa mengenakan sarung tersebut, begitu pula sebaliknya.
Suatu hari, Sya’labah tergesa-gesa pulang dari masjid karena hanya memiliki satu sarung dan merasa malu dalam kondisi demikian. Ia kemudian meminta Rasulullah SAW mendoakannya agar menjadi kaya. Sya’labah terus memohon, akhirnya Nabi berdoa untuknya.
Benarlah, Sya’labah menjadi kaya raya. Namun, setelah hartanya melimpah, ia mulai jarang ke masjid. Bahkan, ketika diminta membayar zakat, ia enggan. Akhirnya, hartanya tidak membawa keberkahan, justru menjadi penyebab kehancurannya.
Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa kekayaan bisa menjadi ujian besar. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7).
Hadirin yang dirahmati Allah,
Rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka, sering kali merupakan balasan dari kebaikan yang pernah kita lakukan di masa lalu. Oleh karena itu, mari kita selalu bersyukur dan membelanjakan harta kita di jalan yang diridhai Allah.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang bersyukur dan dijauhkan dari azab Allah. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab.(*)