Parmusi Menyapa Tombolo Pao: Ketika Balik Dari Sini, Berharap Ada Home Industri

Parmusi Menyapa Tombolo Pao: Ketika Balik Dari Sini, Berharap Ada Home Industri

SUBUH. Pengurus menikmati suasana pagi setelah salat subuh.


BAGIAN (2) 


TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM- Selama dua hari, Jumat dan Sabtu 23-24 Januari 2026, pengurus Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan, bergerak menuju Kelurahan Tamaona dan desa Tonasa Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

Kecamatan Tombolo Pao, memiliki delapan desa dan satu kelurahan. Delapan desa itu adalah Balassuka, Kanreapia, Mamampang, Bolaromang, Pao, Tonasa, Tabbinjai, dan Erelembang. Satu kelurahan yakni Tamaona sekaligus sebagai ibu kota kecamatan Tombolo Pao. 

Sebagai daerah pegunungan dengan nuansa alami, dingin, sejuk, indah, dan damai, wilayah ini berbatasan dengan Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bone. 

Tamaona sebagai ibu Kota kecamatan Tombolo Pao, memiliki fasilitas publik yang memadai. Ada fasilitas Ibadah, fasilitas pendidikan  dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), fasilitas kesehatan, ada posyandu, rumah gizi, dan puskesmas dengan layanan UGD 24 jam dan Rawat Inap. 

Tombolo Pao menjadi salah satu desa binaan Parmusi Sulsel sejak tujuh tahun lalu yang dipimpin Drs. H. Abdul Rahman L, MSi sekaligus sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Parmusi Tombolo Pao. 

*

Suara ayam berkokok dan kukuruyuk-kukuruyuk.... bersahut-sahutan. Baru kali ini, rentetan suara-suara itu terdengar nyaring. Di kota Makassar, nyaris tidak pernah mendengar lagi irama kukuruyuk ayam, sebagai penanda subuh sebentar lagi. Suasana tidur lelap nan dingin, memaksa bangkit menghalau dinginnya air. 

Kumandang azan subuh dari Masjid Babul Firdaus menggema. Dingin tenggelam mengantar langkah demi langkah menuju masjid. Para jamaah datang dari empat penjuru

mata angin. 

Dalam hitungan saya, ada 29 jamaah laki-laki, dua diantaranya anak usia dini yang mengambil saf kedua dengan jaket masing-masing di badan. Sementara jamaah perempuan sebanyak 25 orang. 

Usai salat, jamaah tidak Ada yang berhamburan. Mereka tertib mendengar kuliah tujuh menit (kultum) yang dibawakan Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH, MH. 

Di atas mimbar, mantan anggota DPR RI ini mengupas tentang kebangkrutan moral yang melanda masyarakat. Dekadensi moral ini tidak saja terjadi di perkotaan te tapi  telah merambah masuk ke desa-desa terpencil. Ada judi online, narkoba hingga perilaku seks bebas yang menyimpang. Semua ini, kata Abu Bakar, menjadi tanggung jawab Parmusi hadir di tengah masyarakat untuk membentengi umat agar tetap berada di jalan yang lurus. 

Selesai salat subuh, pengurus jalan-jalan subuh mengitari Tamaona yang sejuk dan nyaman. Memandang rumah ke rumah dengan aneka macam tanaman di halaman . Ada pohon durian, alpokat, markisa, jeruk nipis, aneka macam bunga-bunga hias indah dan unik begitu menggoda. 

Berjalan dan jalan terus hingga masuk ke wilayah garapan petani. Ada buncis, tomat dengan buah yang berlimpah, pohon kol yang cantik, ubi jalar dengan nama latin Ipomoea Batatas --yang merambat dan menjalar di atas tanah gembur, cabe kecil, buah alpukat yang menggiurkan, terdapat pula budidaya ikan lele. Memandang semua yang indah-indah ini, serasa tidak cukup bila hanya semalam di Tamaona. 

*

Setelah kembali dari cuci-cuci mata di area persawahan sambil olahraga menikmati indahnya mentari pagi, kami kembali ke rumah sarapan pagi. 

Makanan berat dan ringan telah tersedia. Ada banyak aneka macam kue, teh dan kopi. Yang panas-panas harus segera disantap, sebab, tak lama berselang akan dingin. 

Setelah urusan kampung tengah beres, siap-siap untuk pelaksanaan pembukaan Pelatihan Sehari  Pemberdayaan Potensi Ekonomi Umat, sebagai pelaksana Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat (LPEU) yang diketuai Dra. Hj. Nuraeni. 

Seremoni pembukaan dimulai pukul 09:00 wita, di Masjid Babul Firdaus. Pelatihan dibuka secara resmi Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua. 

Dalam sambutan singkatnya,  dia menguraikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Parmusi untuk melihat ibu-ibu di wilayah Tombolo Pao, memiliki keterampilan untuk dapat memanfaatkan produk pertanian, tidak saja sebatas dijual ke pasar tapi dapat diolah atau dikemas menjadi  produk yang berdaya saing tinggi. Seperti melimpahnya buah tomat, dapat diolah menjadi selai. Cabe yang melimpah bisa diolah menjadi  cabe  agar dapat bertahan lama. Begitu pula dengan ikan yang diolah menjadi abon.

Sementara Ketua DPD Parmusi Kabupaten Gowa, Muchlis Achmad memberi banyak motivasi kepada audiens agar tetap berjuang melawan kemiskinan. 

"Banyaknya tekanan kehidupan, persaingan hidup yang amat tinggi, membuat kita terus bekerja dan berusaha untuk meningkatkan ketahanan hidup, " harap Muchlis Achmad. 

Dia juga mengingatkan agar tidak menjadi manusia yang hidup susah. Sebab, Allah menyuruh umatnya untuk bisa hidup lebih baik dari hari kemarin. 

Menurut Muchlis, hasil produksi yang melimpah, dapat diolah untuk tidak terganggu dengan gejolak pasar. Peningkatan ekonomi diperlukan untuk dapat eksis secara total. Karena, bukan hanya masyarakat kota yang bisa menikmati kemajuan tapi dari desa pun bisa di tumbuhkan, bersama Parmusi melangkah lebih mapan dan mandiri. Harapannya adalah, setelah balik dari sini, sudah ada warga yang memiliki  home industri. (bersambung)