Renungan Ramadan: Kemuliaan Salat Subuh Dan Keistimewaan Alqur'an

Renungan Ramadan:
Kemuliaan Salat Subuh dan Keistimewaan Alqur'an


MASJID AGUNG, GOWAMEDIA.COM - Ceramah Subuh 09 Ramadan 1446 H, Ahad, 9 Maret 2025 di Masjid Agung Syekh Yusuf, Gowa. 

Salah satu salat yang paling agung pahalanya adalah salat Subuh. Rasulullah SAW bersabda:

"Dua rakaat salat Fajar (sunnah Qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim no. 725)

Bayangkan, hanya dengan dua rakaat sunah sebelum Subuh, kita sudah memeroleh pahala yang lebih besar dari dunia dan seluruh isinya. Lalu bagaimana dengan pahala salat Subuh berjemaah?

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang melaksanakan salat Isya berjemaah, maka seakan-akan ia salat setengah malam. Dan barang siapa yang melaksanakan salat Subuh berjemaah, maka seakan-akan ia salat semalam penuh." (HR. Muslim no. 656)

Ini menunjukkan bahwa salat Subuh sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Bahkan, di hari kiamat, orang yang menjaga salat Isya dan Subuh berjemaah akan mendapatkan cahaya yang terang benderang.

Kemuliaan Manusia dan Amanah Al-Qur’an

Allah telah menciptakan manusia dengan kemuliaan yang luar biasa. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

"Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak cucu Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas banyak makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. Al-Isra: 70)

Untuk menyempurnakan kemuliaan ini, Allah mengutus para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa wahyu dan petunjuk hidup. Ada nabi yang diberikan kitab, dan Nabi Muhammad SAW diberikan Al-Qur’an sebagai wahyu terakhir dan mukjizat terbesar.

Rasulullah SAW bersabda:

"Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnahku." (HR. Malik no. 1395)

Dua sumber utama dalam Islam ini, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, adalah wahyu dari Allah SWT. Al-Qur’an adalah wahyu langsung dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Sunnah juga wahyu, tetapi lafaznya berasal dari Nabi SAW berdasarkan petunjuk Allah. Jika kita berpegang teguh pada keduanya, kita tidak akan tersesat selama-lamanya.

Enam Keistimewaan Al-Qur’an

Sebagai kitab suci terakhir, Al-Qur’an memiliki enam keistimewaan utama:

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah (Firman Allah SWT)

Al-Qur’an bukanlah karangan manusia, melainkan firman Allah yang tidak ada tandingannya. Keindahan bahasanya luar biasa, dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa menandinginya.

2. Al-Mu’jiz (Mukjizat Nabi Muhammad SAW)

Setiap nabi diberikan mukjizat yang sesuai dengan zamannya. Nabi Musa AS diberi mukjizat membelah laut, Nabi Isa AS diberi mukjizat menyembuhkan orang sakit. Sedangkan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an, yang tetap terjaga hingga akhir zaman.

3. Wahyu yang Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Al-Qur’an turun dua kali: Pertama, dari Lauhul Mahfuzh ke Sidratul Muntaha secara sekaligus. Kedua, diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun, dimulai dengan wahyu pertama:

"Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq" (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan) (QS. Al-‘Alaq: 1)

4. Al-Maktub fil Mushaf (Tertulis dalam Mushaf)

Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tetapi juga tertulis dalam mushaf yang terjaga keasliannya.

5. Mutawatir (Diriwayatkan oleh Banyak Orang)

Al-Qur’an disampaikan secara mutawatir, yaitu dari banyak orang kepada banyak orang, sehingga tidak ada peluang kebohongan atau perubahan.

6. Bacaan yang Pahalanya Luar Biasa

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapat 10 pahala. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu pahala, dan satu pahala dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf." (HR. Tirmidzi no. 2910)

Bahkan, bagi orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata, ia akan mendapatkan dua pahala: Pahala karena kesulitannya dalam belajar (HR. Muslim no. 798)

Al-Qur’an Akan Menolong di Akhirat

Al-Qur’an bukan hanya petunjuk di dunia, tetapi juga akan menjadi pembela kita di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

"Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi pembacanya." (HR. Muslim no. 804)

Oleh karena itu, jangan sampai kita meninggalkan Al-Qur’an. Bacalah, hafalkan, dan amalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap Ramadan, Rasulullah SAW selalu bertadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Caranya adalah: Rasulullah membaca, Jibril mendengarkan. Jibril membaca, Rasulullah mendengarkan.

Di tahun terakhir sebelum wafatnya, Rasulullah mengulang Al-Qur’an dua kali bersama Jibril. Ini menunjukkan pentingnya tadarus dan memahami isi Al-Qur’an di bulan Ramadan.

Salat Subuh memiliki keutamaan yang luar biasa, terutama jika dilakukan berjemaah. Manusia dimuliakan oleh Allah SWT, dan untuk menyempurnakan kemuliaan itu, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang memiliki enam keistimewaan utama. Membaca Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala di dunia, tetapi juga menjadi syafa’at di akhirat.

Di bulan Ramadan, perbanyaklah membaca dan memahami Al-Qur’an, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril.

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, dan mendapat syafa’at darinya di hari kiamat.(*)