Renungan Ramadan: Membangun Jiwa Takwa

Renungan Ramadan: 
Membangun Jiwa Takwa

MASJID AGUNG, GOWAMEDIA.COM - Ceramah Subuh Hari ke-7 Ramadan 1446 H, Jumat, 7 Maret 2025 di Masjid Agung Syekh Yusuf, Gowa.

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya, melipatgandakan pahala, dan menjanjikan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah. Salah satu tujuan utama dari Ramadan adalah membangun jiwa takwa, sebagaimana firman Allah SWT:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk manusia yang bertakwa. Tapi, bagaimana cara membangun jiwa takwa dalam diri kita? Ada beberapa syarat dan sifat yang harus kita miliki.

Untuk bisa mencapai ketakwaan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

Harus Beriman

Takwa tidak akan muncul tanpa iman yang kuat kepada Allah SWT. Iman adalah dasar dari segala amal ibadah. Jika iman lemah, maka ketakwaan pun sulit terbentuk.

Harus Beragama Islam

Takwa hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT dengan agama Islam. Sebagaimana firman-Nya:

"Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam." (QS. Ali 'Imran: 19)

Harus Paham tentang Islam

Untuk menjadi orang bertakwa, seseorang harus memahami ajaran Islam dengan baik. Takwa bukan sekadar menjalankan ibadah tanpa ilmu, tetapi juga memahami makna dari setiap perintah dan larangan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)

Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menjaga iman dan Islam kita hingga akhir hayat dalam keadaan sebagai seorang Muslim yang kaffah (sempurna dalam menjalankan Islam).

Orang yang bertakwa memiliki beberapa sifat utama yang harus kita teladani, yakni: 

1. Takut kepada Allah SWT dengan Menjalankan Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya. Takwa bukan hanya tentang rasa takut, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Orang bertakwa akan selalu berusaha mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya, serta bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi no. 1987, Ahmad no. 21354)

2. Beramal Berdasarkan Wahyu Allah SWT. Orang yang bertakwa tidak hanya beribadah dalam ritual salat dan puasa, tetapi juga menjalankan segala amalan yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti: Tadarus Al-Qur’an, bersedekah dan infak, serta menjaga lisan dan hati dari perbuatan dosa.

Allah SWT berfirman:

"Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah." (QS. Al-Baqarah: 110)

3. Ridha terhadap Ketentuan Allah SWT. Orang yang bertakwa akan selalu ridha dengan segala ketentuan Allah, baik itu nikmat maupun ujian. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur. Jika mendapat ujian, ia bersabar.

Allah SWT berfirman:

"Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.'" (QS. Al-Baqarah: 155-156)

4. Selalu Menyiapkan Bekal untuk Hari Kemudian. Orang yang bertakwa selalu sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, dan yang lebih penting adalah bekal untuk akhirat. Semua yang kita lakukan di bulan suci Ramadan dan setelahnya, harus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)

5. Banyak beristigfar. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk membangun ketakwaan adalah memperbanyak istighfar. 

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kemudahan dalam setiap kesulitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819)

Beberapa anfaat istighfar: Membuat hati menjadi lapang, menyelesaikan masalah hidup, menjaga diri, keluarga, dan negeri dari bencana, dan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ramadan adalah bulan untuk membentuk jiwa takwa. Untuk mencapainya, kita harus memenuhi syarat-syaratnya, memiliki sifat-sifat orang bertakwa, serta memperbanyak amalan seperti tadarus, sedekah, ridha terhadap ketentuan Allah, dan memperbanyak istighfar. (*)