Renungan Ramadan: Kewajiban Zakat Dan Keutamaan Sedekah

MASJID AGUNG, GOWAMEDIA.COM- Ceramah subuh 13 Ramadan, Kamus, 13 Maret 2025 di Masjid Agung Syekh Yusuf Kab. Gowa, mengingatkan kepada kita kembali bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk meningkatkan amal kebaikan, termasuk zakat dan sedekah.
Dalam Islam, zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…" (QS. At-Taubah: 103).
Zakat mal diwajibkan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul dengan kadar 2,5 persen. Oleh karena itu, setiap Muslim yang memiliki kekayaan hendaknya menghitung hartanya dan menunaikan zakatnya tepat waktu. Selain zakat, infak dan sedekah juga sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Rasulullah ? bersabda:
"Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan." (HR. Tirmidzi).
Namun, bagaimana seseorang bisa bersedekah jika ia tidak memiliki harta? Islam memberikan pemahaman bahwa sedekah tidak terbatas pada materi. Bagi yang tidak memiliki harta, ia bisa bersedekah dengan membantu sesama, seperti memberikan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan dan menyedekahkan sebagian upahnya. Jika tidak mampu, maka setiap kebaikan yang dilakukan karena Allah SWT juga tergolong sedekah. Rasulullah ? bersabda:
"Setiap perbuatan baik adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan, langkah kaki menuju masjid untuk menunaikan salat pun dihitung sebagai sedekah. Bacaan Al-Qur’an juga termasuk amalan yang mendatangkan pahala besar, sebagaimana sabda Rasulullah ?:
"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi).
Jika membaca Al-Qur’an bisa menghasilkan pahala berlipat ganda hingga 700 kali, maka demikian pula dengan sedekah. Tidak ada harta yang berkurang karena bersedekah, justru Allah SWT akan melipatgandakannya, sebagaimana firman-Nya:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki…" (QS. Al-Baqarah: 261).
Dalam praktiknya, sedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan memberikan makanan kepada yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan. Menjelang Idulfitri, umat Islam juga dianjurkan bersedekah dalam bentuk pakaian, uang, atau beras agar saudara-saudara yang kurang mampu bisa berlebaran dengan bahagia.
Namun, yang perlu diingat adalah niat dalam bersedekah. Allah SWT memperingatkan dalam Al-Qur’an:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)..." (QS. Al-Baqarah: 264).
Sedekah harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk mengharapkan pujian dari manusia. Dengan demikian, Ramadan menjadi bulan yang penuh keberkahan, di mana setiap Muslim berkesempatan untuk meraih pahala besar melalui zakat, infak, dan sedekah dalam berbagai bentuknya.(*)