Satryo: Lebih Baik Mundur Daripada Diberhentikan. Saya Legowo!

Satryo: Lebih Baik Mundur daripada Diberhentikan. Saya Legowo!
JAKARTA, GOWAMEDIA.COM - Rabu pagi yang cerah di Jakarta, suasana di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terasa sedikit berbeda. Satryo Soemantri Brodjonegoro, sosok yang selama empat bulan terakhir mengemban amanah sebagai Menteri, tampak tenang menghadapi keputusan besar yang telah ia buat. Dengan nada penuh ketulusan, ia mengungkapkan alasan di balik pengunduran dirinya.
"Saya baru saja ke Setneg menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai Mendiktisaintek," ujar Satryo kepada wartawan di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa surat tersebut telah ia siapkan sejak tengah malam.
"Ya, surat itu saya buat tadi malam, jam 12. Saya serahkan ke Setneg untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo."
Bukan karena tekanan atau kontroversi, Satryo memilih mundur karena merasa apa yang telah ia kerjakan selama ini belum sesuai dengan harapan pemerintah.
"Saya sudah bekerja keras selama empat bulan ini. Namun, mungkin karena tidak sesuai dengan harapan dari pemerintah, ya saya lebih baik mundur daripada diberhentikan," katanya tanpa ragu.
Baginya, mengundurkan diri adalah pilihan yang lebih terhormat. "Harus legowo. Kerja itu, kerja baik, maksimal sudah. Tidak ada pamrih. Tulus saya kerja. Kalau tidak cocok, ya saya mundur saja lebih baik," tambahnya dengan senyum tipis yang mencerminkan keikhlasan.
Tak lama setelah pengunduran dirinya, Presiden Prabowo Subianto mengangkat Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Brian Yuliarto, sebagai penggantinya. Pelantikan ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, bersamaan dengan pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Tahun 2024-2029. Keputusan tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretaris Negara, Nanik Purwanti, menandai transisi kepemimpinan di Kemendiktisaintek.
Bagi Satryo, hari ini bukanlah akhir dari perjuangan. Ia meninggalkan jabatannya dengan kepala tegak, meyakini bahwa kontribusinya, meski singkat, telah memberikan warna dalam perjalanan pendidikan tinggi dan teknologi di Indonesia.
Sementara itu, di pundak Prof Brian Yuliarto kini tertumpu harapan besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa inovasi baru bagi dunia pendidikan dan sains di tanah air.(*)