Renungan Ramadan: Menjaga Semangat Salat Berjemaah

Renungan Ramadan:
Menjaga Semangat Salat Berjemaah


PALLANTIKANG, GOWAMEDIA.COM - Tema renungan kali ini tentang salat berjemaah, terutama pasca-Ramadan. Ceramah Tarawih malam 08 Ramadan 1446 H, Sabtu, 8 Maret 2025 di Masjid Al-Muhajirin, Pallantikang, Gowa, disampaikan Ustad Dr Umar Bin Mansyur.

Salah satu keberkahan Ramadan adalah meningkatnya semangat umat Islam dalam beribadah. Kita melihat masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah yang ingin melaksanakan salat berjemaah, membaca Alqur’an, dan memperbanyak amal ibadah lainnya. Ini adalah pemandangan yang sangat menggembirakan dan menjadi bukti keberkahan bulan suci ini.

Namun, ada hal yang sangat disayangkan: setelah Ramadan berlalu, banyak masjid yang kembali sepi. Seolah-olah semangat ibadah hanya ada di bulan Ramadan, dan setelah itu kita kembali lalai. Padahal, Allah SWT tetap Tuhan kita di luar Ramadan, dan kewajiban beribadah kepada-Nya tetap berlaku sepanjang tahun.

Salah satu ibadah yang paling ditekankan dalam Islam adalah salat berjemaah. Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya: Pertama, sebagian ulama mewajibkan salat berjemaah bagi laki-laki. Jika tidak ada halangan yang jelas, maka meninggalkannya dianggap dosa. Kedua, sebagian ulama lain menghukuminya sebagai sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat ditekankan. Meskipun tidak sampai wajib, meninggalkannya tetap dianggap perbuatan tercela dan buruk.

Bahkan begitu pentingnya, dalam kondisi perang sekalipun, salat berjemaah tetap diperintahkan Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

"Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu..." (QS. An-Nisa: 102)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya salat berjemaah, sampai dalam keadaan genting pun tetap diperintahkan. Maka, bagaimana mungkin kita yang dalam keadaan aman justru meremehkannya?

Rasulullah SAW bersabda:

"Salat berjemaah lebih utama daripada salat sendirian sebanyak 25 (atau 27) derajat." (HR. Bukhari no. 645, Muslim no. 650)

Jika kita salat sendiri sebanyak 25 kali, baru bisa menyamai keutamaan 1 kali salat berjemaah. Maka betapa ruginya orang yang tidak memanfaatkan kesempatan ini.

Selain itu, jumlah jamaah dalam salat juga memengaruhi pahala yang didapat. Semakin banyak jamaah, semakin besar pula pahala yang diberikan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Salat seseorang bersama seorang lainnya lebih baik daripada salat sendirian. Salat seseorang bersama dua orang lainnya lebih baik daripada salat bersama satu orang. Dan semakin banyak jumlah jamaahnya, semakin Allah menyukainya." (HR. Abu Dawud no. 554, An-Nasa’i no. 843, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Menjaga Salat Isya dan Subuh Berjemaah

Bagi yang belum bisa menjaga salat lima waktu berjemaah di masjid, maka minimal jangan tinggalkan salat Isya dan Subuh berjemaah. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang melaksanakan salat Isya berjemaah, maka seolah-olah ia telah salat setengah malam. Dan barang siapa yang melaksanakan salat Subuh berjemaah, maka seolah-olah ia telah salat semalam penuh." (HR. Muslim no. 656)

Lebih dari itu, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa tidak ada salat yang lebih berat bagi orang munafik selain salat Isya dan Subuh berjemaah. Dalam hadis lain, beliau bersabda:

"Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan (salat Isya dan Subuh berjemaah), bahwa mereka akan memeroleh cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud no. 561, Tirmidzi no. 223, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Betapa beruntungnya orang yang menjaga dua salat ini. Ia akan mendapatkan cahaya terang-benderang di hari kiamat, saat banyak manusia berada dalam kegelapan.

Penyesalan di Akhirat  

Di hari kiamat nanti, banyak orang yang akan menyesal karena tidak membiasakan salat berjemaah di dunia. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika manusia mengetahui pahala yang ada dalam azan dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi (undian), niscaya mereka akan berundi untuk mendapatkannya. Jika mereka mengetahui pahala dalam bersegera ke masjid, niscaya mereka akan berlomba-lomba. Dan jika mereka mengetahui pahala dalam salat Isya dan Subuh berjemaah, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak." (HR. Bukhari no. 615, Muslim no. 437)

Betapa besarnya pahala salat berjemaah, tetapi sayangnya banyak orang yang lalai. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal nanti di akhirat karena malas datang ke masjid.

Oleh karena itu, jadikanlah Ramadan kali ini sebagai kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kebiasaan ibadah, termasuk membiasakan salat berjemaah di masjid. Namun, jangan sampai setelah Ramadan berlalu, kita kembali meninggalkannya. Ingatlah bahwa Allah SWT tetap Tuhan kita di luar Ramadan, dan kewajiban salat berjemaah tetap berlaku sepanjang tahun.

Semoga Ramadan ini menjadi pintu rahmat bagi kita untuk selalu menjaga salat berjemaah, sehingga kita mendapatkan keberkahan di dunia dan di akhirat.(*)