Renungan Ramadan: Kunci Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat

Renungan Ramadan: 
Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

MASJID AGUNG, GOWAMEDIA.COM -  Ceramah Subuh 11 Ramadan 1446 H, Selasa, 11 Maret 2025 di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa, Kabupaten Gowa, mengangkat tema silaturahmi. Bahwa salah satu keindahan bulan Ramadan adalah momen kebersamaan yang terjalin dalam buka puasa dan salat tarawih. 

Saat itu, kita berkumpul dalam suasana penuh keberkahan, menjalin silaturahmi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Silaturahmi bukan sekadar kebiasaan yang dilakukan selama Ramadan, tetapi harus terus dijaga sepanjang hidup. 

Dalam Islam, silaturahmi memiliki kedudukan istimewa karena ia memupuk kasih sayang, menguatkan hubungan antarsesama, serta menjadi jalan menuju keridhaan Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA, dikisahkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya:

"Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat tiba?"

Rasulullah SAW tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, tetapi balik bertanya:

"Apa yang telah kamu persiapkan untuk hari kiamat?"

Laki-laki itu menjawab dengan penuh ketulusan:

"Aku tidak menyiapkan banyak amal, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya."

Maka Rasulullah SAW bersabda:

"Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai."

(HR. Bukhari No. 3688, Muslim No. 2639)

Hadis ini memberikan pelajaran berharga bahwa cinta karena Allah adalah salah satu bekal terbaik untuk menghadapi hari akhir. Jika seseorang mencintai Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang saleh, maka insya Allah ia akan dikumpulkan bersama mereka di surga. Inilah kabar gembira yang luar biasa, yang menegaskan bahwa kecintaan dalam Islam harus dibangun di atas dasar keimanan dan ketakwaan.

Oleh karena itu, Islam melarang umatnya untuk saling membenci hanya karena perbedaan pendapat, organisasi, atau mazhab. Silaturahmi adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Jika kita saling mencintai dan menjaga ukhuwah, maka kita telah mengamalkan ajaran Islam yang sejati.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah kalian saling membenci, jangan saling mendengki, jangan saling membelakangi, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari." (HR. Bukhari No. 6065, Muslim No. 2559).

Lebih dari itu, Ramadan seharusnya menjadi momen untuk memperkuat ikatan kasih sayang di antara kita. Puasa mengajarkan kepekaan sosial, mengingatkan bahwa kita adalah makhluk yang saling membutuhkan. Sebagai makhluk sosial, tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, semuanya butuh orang lai sehingga harus hidup dalam harmoni dan kebersamaan.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa ada ancaman serius bagi orang yang memutuskan silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahmi."

(HR. Bukhari No. 5984, Muslim No. 2556)

Hadis ini menegaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Bahkan, dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

(QS. An-Nisa: 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga silaturahmi adalah bagian dari ketakwaan kepada Allah. Dengan menjaga hubungan baik, kita tidak hanya mendapatkan keberkahan di dunia, tetapi juga di akhirat.

Maka, marilah kita menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan kita dengan keluarga, sahabat, dan sesama Muslim. Jangan biarkan ego, perbedaan, atau kesalahpahaman merusak silaturahmi. Sebaliknya, jadilah orang yang senantiasa menyambung dan menjaga persaudaraan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang menjaga silaturahmi dan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang kita cintai di surga kelak. Aamiin.(*)