Rakor Parmusi Sulsel Bahas Tiga Agenda Utama, Prof Mardi Adi Armin Pimpin Jambore Da’i 2027

Rakor Parmusi Sulsel Bahas Tiga Agenda Utama, Prof Mardi Adi Armin Pimpin Jambore Da’i 2027

MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM — Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (DPW Parmusi) Sulawesi Selatan mematangkan tiga agenda utama organisasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di sebuah Rumah Makan di Makassar, Ahad (18/10/2026). Ketiga agenda tersebut meliputi Refleksi Akhir Tahun 2026, Safari Dakwah Ramadan, dan Jambore Da’i Desa Madani yang dijadwalkan berlangsung pada September 2027.

Rakor dipimpin Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abubakar Wasahua, S.H., M.H., didampingi Sekretaris DPW Parmusi Sulsel, Drs. Syamsuddin, M.Si. Dalam rapat tersebut, peserta secara aklamasi menyepakati Prof. Dr. Mardi Adi Armin sebagai ketua penyelenggara Jambore Da’i Desa Madani Parmusi.

Selain membahas persiapan jambore, Rakor juga menyoroti pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun 2026 yang rutin digelar setiap penghujung tahun. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai ruang evaluasi organisasi sekaligus upaya menjawab berbagai kondisi bangsa saat ini.

Abubakar Wasahua mengingatkan seluruh pengurus agar bahu-membahu, menjaga integritas, serta menyatukan cita-cita dan komitmen dalam memajukan dan menyukseskan program Parmusi.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut semakin besar karena Parmusi Sulsel turut menjadi salah satu inisiator pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.

Pesantren tersebut merupakan pondok pesantren pertama yang dibangun Parmusi di luar Pulau Jawa. Karena itu, Parmusi Sulsel memiliki tanggung jawab besar untuk ikut mengawal dan menyukseskan pembangunannya.

“Maka kesungguhan, kebersamaan, keikhlasan, dan kesabaran hati dalam menjalankan amanah ini sangat tergantung dari seberapa besar daya juang kita untuk menyukseskannya,” jelas Abubakar.

Pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi menjadi salah satu bentuk pengejawantahan pilar perjuangan Parmusi, yakni pendidikan, penguatan iman dan akhlak, serta sosial budaya.

Dijadikannya Tombolo Pao sebagai pusat kegiatan jambore juga diharapkan menjadi perekat kuat untuk memantau progres pembangunan pesantren. Komitmen tersebut tidak hanya diharapkan dari pengurus wilayah sebagai inisiator dan perintis, tetapi juga dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah Parmusi se-Sulawesi Selatan.

Dengan demikian, seluruh unsur Parmusi di Sulsel diharapkan berjiwa besar dan berpartisipasi dalam proses pembangunan pesantren serta menyukseskan rangkaian agenda organisasi secara berkelanjutan. (*)