Jumpa Kangen Dai DDII Sulsel: Menyusun Kembali Anak Panah Dakwah

Jumpa Kangen Dai DDII Sulsel: Menyusun Kembali Anak Panah Dakwah

MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM-Di sebuah ruangan pertemuan di rumah makan Wong Solo, Jl Sultan Alauddin, Makassar, suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti para dai yang berkumpul. 

Puluhan aktivis dakwah, yang sekaligus alumni Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sulawesi Selatan, hadir dalam acara bertajuk “Jumpa Kangen dan Dialog.” 

Pertemuan ini bukan sekadar reuni, tetapi juga momentum strategis untuk membangun kembali komitmen dakwah para kader DDII di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Acara ini terasa istimewa karena dirangkai dengan dialog interaktif yang menggali gagasan-gagasan segar untuk mendukung Musyawarah Wilayah (Muswil) DDII Sulsel yang akan digelar pada 1 Februari 2025 di Gedung Menara UMI, Makassar. 

Sebagai organisasi dakwah yang didirikan oleh Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri Indonesia, DDII terus menjadi penggerak dakwah yang relevan bagi umat Islam hingga kini.

Dialog yang berlangsung siang itu menggugah banyak pemikiran kritis, terutama soal kriteria kepemimpinan DDII Sulsel ke depan. Para peserta sepakat bahwa pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya seorang dai yang paham agama, tetapi juga memiliki integritas, visi keumatan yang kuat, dan pengalaman memimpin. 

“Pemimpin DDII Sulsel ke depan harus siap secara tenaga, waktu, dan finansial. Inilah yang kami sebut dengan spirit mamase—mau, mampu, dan sempat,” ujar salah seorang peserta dialog.

Para dai juga mengingatkan bahwa tantangan dakwah semakin kompleks. Menurut mereka, kreativitas adalah kunci untuk menghadapi perubahan zaman. 

"Program dakwah para kader DDII ibarat anak panah yang harus selalu diarahkan ke sasaran dakwah. Ketepatan strategi sangat penting agar pesan Islam tersampaikan dengan baik," tambah peserta lain.

Hadir dalam pertemuan ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Ustaz Said Samad, Dr. H. Maryono, Dr. H. Abd Wahid Ismail, Dr. H. Waspada Santing, Dr. Mujahid Abd Jabbar Asiri, Dr. Hj. Hadijah, Dr. Musdawati, serta beberapa dai lapangan DDII lainnya. 

Tak ketinggalan, Ketua Panitia Muswil Ir. Syahrir Badaruddin dan Sekretaris Panitia Anwar Enre turut hadir memberikan pandangan tentang persiapan Muswil mendatang.

Acara ini merupakan gagasan dari dua tokoh senior DDII, Dr. Saiful Kasim dan Dr. H. Abubakar Wasahua, MH, yang ingin memastikan kader DDII tetap solid dan relevan di era modern. 

“Jumpa Kangen ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk menyusun kembali strategi dakwah masa depan,” ujar salah satu inisiator.

Pertemuan ini diakhiri dengan penuh optimisme. Para peserta sepakat untuk terus bersinergi dalam merakit konsep dakwah yang mampu menjawab kebutuhan umat dan menjadikan Muswil DDII Sulsel sebagai pijakan awal bagi langkah dakwah yang lebih kuat dan terarah.(*)