Berakhir Pekan Di Lapangan Syekh Yusuf Dan Sultan Hasanuddin: Banyak Sampah Di Luar Tempat Sampah

MENELUSURI Taman Sultan Hasanuddin dan Lapangan Syekh Yusuf Discovery yang cantik dan indah pasca revitalisasi, sungguh menyenangkan.
Tak heran bila banyak warga menghabiskan akhir pekan di taman kembar ibu kota Sungguminasa ini. Memanfaatkan fasilitas olah raga atau sekadar lesehan di beberapa titik taman, ngobrol sembari menikmati jajanan car free day di sisi lapangan Syekh Yusuf.
Membayangkan dua puluh lima tahun silam, lapangan tersebut sangat kumuh dan kotor. Nampak tidak terawat. Perlengkapan permainan anak-anak seadanya saja. Ada yang rusak, namun tidak diperbaiki.
Kini, ketika kita jalan-jalan, menikmati fasilitas publik itu, di Jalan Masjid Raya Sungguminasa atau berhadapan dengan Kantor Bupati Gowa, nampak memesona.
Lapangan Syekh Yusuf Discovery ini, terhubung dengan Taman Sultan Hasanuddin, di Jalan Tumanurung. Laiknya taman kota kembar. Lapangan Syekh Yusuf dilengkapi fasilitas olah raga dengan kontur undakan serta dihiasi beberapa kembang. Sementara Taman Sultan Hasanuddin tampak datar dan hanya dilengkapi panggung permanen, juga lintasan joging.
Revitalisasi Syekh Yusuf Discovery, telah dimulai sejak 2018, namun terkendala covid 19, sehingga sempat terhenti pembangunannya.
Berdampingan dengan Masjid Agung Syekh Yusuf, keindahan dan kecantikannya begitu memesona.
Terdapat Tribun panggung upacara, lapangan olahraga dan lintasan jogging track, wahana tempat bermain anak, pujasera untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL). Selain itu, ada pula lapangan basket, voli, tenis dan panjat tebing.
Kita dapat menyaksikan orang bermain voli dan basket dari ketinggian bukit sambil menikmati aneka kuliner di area pujasera.
Tidak jauh dari lapangan Voli, terdapat menara Patonro, yang sedianya difungsikan sebagai perpustakaan.
Namun, tidak ada akses jalan menuju ke menara Patonro tersebut karena disemua sisinya dialiri air. Kecuali jika dibuatkan jembatan kecil menuju menara itu.
Di depan menara Patonro, terdapat danau-danau kecil yang dangkal. Di sekitar danau ini, pengunjung memanfaatkan duduk di atas rumput sambil bersenda gurau mencicipi aneka macam makanan yang telah dibeli di dalam lapangan atau pun di sepanjang jalan Tumanurung dan Jalan Agus Salim, samping Kantor Bupati Gowa.
Setiap Ahad pagi hingga pukul 10:00 wita, jalanan ini ditutup. Karena di sisi kiri dan kanan jalan, dimanfaatkan untuk PKL dan jajanan kuliner aneka macam.
*
Lapangnya fasilitas publik ini, terutama juga setelah Lapangan Syekh Yusuf Discovery terhubung dengan Taman Sultan Hasanuddin yang telah direvitalisasi, menjadi kebanggaan dan kecintaan warga kabupaten Gowa.
Taman Sultan Hasanuddin yang indah dengan tulisan lontarak Rewako Gowa, sebagai wujud Pemerintah Kabupaten Gowa, mengedepankan pembagunan fasilitas publik ini untuk kenyamanan warganya.
Hanya saja, kesungguhan pemerintah menyiapkan ketersediaan fasilitas publik, tidak dibarengi dengan upaya perawatan.
Sejatinya perlu ada sinkronisasi antara pembangunan dan perawatan. Pembangunan yang tidak dibarengi dengan perawatan, usianya tidak berlangsung lama.
Pengunjung yang hadir selain untuk olahraga dan juga menikmati camilan dan minuman, sangat tidak memerhatikan keindahan dan kebersihan lapangan.
Selesai makan, sampah makanan atau minuman, hanya disimpan di tempat mereka duduk. Padahal, ada beberapa tempat sampah yang disiapkan.
Anehnya lagi, ada tempat sampah, tapi pengunjung membuang sampahnya di luar bak sampah.
Bagi pengunjung yang menikmati makanannya di depan Menara Patonro, kantong plastik sampahnya terbang bebas jatuh ke danau.
Duh, rupanya kesadaran pengunjung membuang sampah pada tempatnya, masih sangat rendah.
Mungkin lebih bijak, bila tidak menemukan tempat sampah di sekitar mana menikmati aneka macam makanan dan minuman, maka bawalah sampah itu sampai menemukan tempat sampah. Atau bawa saja ke rumah, agar keindahan taman tidak terganggu.
Agar keindahan dan kenyamanan dalam berolahraga di taman tersebut, terjaga, maka dibutuhkan kesadaran semua pengunjung. Untuk memberi kesadaran kepada para pengunjung, maka diperlukan beberapa petugas yang dapat mengarahkan pengunjung dalam hal kebersihan lapangan. Artinya, tidak membuang sampah seenaknya atau Semau-maunya saja.
Selain itu, peran dari dinas terkait untuk memangkas rumput- rumput dan patroli keliling lapangan, mengawasi, mengingatkan para pengunjung tetap menjaga kebersihan selama menikmati fasilitas publik tersebut.(*)