Ini Harapan Ketum DPP Parmusi Pada Rakorwil Di Tombolo Pao

Ini Harapan Ketum DPP Parmusi pada Rakorwil di Tombolo Pao

TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM - Usai acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, dilanjutkan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dipusatkan di Masjid Babul Firdaus Tombolo Pao, Ahad 28 Juni. 

Rakorwil digelar usai salat dhuhur dan selesai sebelum masuk waktu ashar. Rakorwil bertajuk Konsolidasi Organisasi untuk Parmusi Maju, dibuka secara resmi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (DPP Parmusi), Dr. Drs. Ali Amran Tanjung SH M. Hum. Dia didampingi Sekjen, KH. Tairman Elon dan Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abubakar Wasahua SH MH. 

Rakorwil dipandu Sekretaris Parmusi, Drs. Syamsuddin MSi. Pada momen indah penuh suasana persaudaraan itu, ketum menitip pesan kepada para peserta rakorwil. Pertama, organisasi yang kuat hanya bisa dibangun atas persaudaraan yang kokoh dan sinergis. Saling melengkapi, menguatkan dan meneguhkan prinsip kebersamaan. 

Kedua, untuk mewujudkan harapan tersebut, maka pengurus sejatinya mengedepankan tiga prinsip yakni saling koordinasi, informatif dan sinkronisasi. 

"Koordinasi penting demi terwujudnya program yang searah. Sinkronisasi dibutuhkan agar kebijakan berjalan selaras dari pusat ke daerah dan informatif dimaksudkan komunikasi organisasi berjalan secara terbuka, " urai Ali Amran. 

Terkait pembangunan Pesantren Madani Parmusi, dia meminta kepada peserta rakorwil agar memperkuat ikhtiar dan memupuk kebersamaan yang harmoni. 

"Kita perkuat ikhtiar dan menguatkan kebersamaan di antara kita. Yakin dan pasti, Allah akan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan kebaikan " demikian harapan ketum. 

Sementara Sekjen KH Tairman Elon menekankan pada pentingnya organisasi menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. 

Dia merinci kegiatan yang bernilai keagamaan, sosial dan ekonomi. "Kegiatan keagamaan melalui pembinaan umat dan dakwah. Kegiatan sosial melalui pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat dan kegiatan ekonomi melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan anggota, " urai sekjen.

Abu Bakar Wasahua mengingatkan rakorwil sebagai forum menyamakan persepsi mempererat komunikasi dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk kemajuan Parmusi Sulsel. 


Spirit Dakwah

Pembangunan Pondok Pesantren Parmusi, menjadi bagian penting yang ikut didiskusikan dalam rakorwil. 

Rakorwil dihadiri pengurus wilayah Parmusi dan pengurus Kabupaten Kota. Ada dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Gowa, Maros, Soppeng, Sinjai, Jeneponto dan Luwu. DPD Makassar dan Sidrap juga telah masuk wilaya

h Kecamatan Tombolo Pao. Hanya saja, PD Makassar terpaksa balik haluan kembali ke Makassar lantaran dalam perjalanan menuju titik kegiatan kena macet satu jam. Sedangkan PD Sidrap nyasar sampai ke Sinjai Barat. 

"Rakorwil sudah selesai. Kami sudah melewati Kanreapia dan menembus tikungan-tikungan terjal jalan dakwah. Mau lanjut tapi hati kecil saya mengatakan lebih baik kembali ke Makassar. Karena kalau perjalanan dilanjutkan, ada jalanan yang akan kami lewati bisa tembus selat Hormuz, "canda Ketua DPD Parmusi Makassar, Dr. H. Ridwan Assyuhbar. 

Yang pasti, Ponpes Madani Parmusi menjadi sumber spirit bagi kelahiran kembali (reborn) etos dan dakwah Islam di Tombolo Pao. " Dulu, Tombolo Pao dikenal sebagai salah satu pusat dakwah Muhammadiyah, " kata Ketua Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara, Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M. Hum. 

Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Hasanuddin ini mengisahkan, patriotisme masyarakat Tombolo Pao dahulu tercermin pada keteguhan perjuangan, tidak lain bersumber dari spririt Islam. 

"Figur semangat juang seperti ini, misalnya dimiliki tokoh asal Tombolo Pao yaitu Samiung yang belakangan namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Makassar, " terang Prof. Mardi. (*)