Road Show Halal Bi Halal MW KAHMI Sulsel, Hidupkan Semangat Kebersamaan

Road Show Halal bi Halal MW KAHMI Sulsel, Hidupkan Semangat Kebersamaan

BANTAENG, GOWAMEDIA.COM- Langkah mereka tak mengenal lelah. Dalam balutan suasana Idul Fitri yang masih hangat, road show halal bi halal Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan menjelma menjadi ruang hidup bagi semangat kebersamaan. 

Pada Jumat malam, 3 April 2026, pukul 20.00 WITA, rombongan tiba di jantung Kabupaten Bantaeng, tepatnya di Cafe Alonica, membawa energi silaturahmi yang terasa begitu hangat.

Sebelum berkumpul di kafe itu, rombongan lebih dulu dapat jamuan makan malam di kediaman dr Hikmawati, salah seorang Presidium MD KAHMI Bantaeng,. Makan malam sederhana berubah menjadi pertemuan bermakna. 

Canda, tawa, nostalgia ber-HMI, mengalir tanpa sekat. Momentum halal bi halal menjadi ruang saling memaafkan—menguatkan kembali ikatan persaudaraan yang sedikit longgar oleh kesibukan masing-masing.

Road show ini lahir dari gagasan sederhana yang dicetuskan di kediaman Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, Fadriaty AS yang akrab disapa Enceng, pada 31 Maret 2026. Dikemas dengan acara makan malam dan pemotongan kue ulang tahunnya, ide Enceng tersebut mendapat respons cepat dan positif dari beberapa pengurus yang hadir malam itu. 

"Ini ide bagus. Sebuah tradisi baru MW KAHMI Sulsel. Apalagi masih suasana lebaran," sergah Muhammad Yusuf AR, seorang pengurus harian.

Dari sanalah perjalanan panjang ini dimulai—bukan sekadar kunjungan, tetapi gerakan merawat kebersamaan, di bawah bendera KAHMI.

Perjalanan perdana dimulai di Kabupaten Gowa pada Rabu, 1 April 2026. Di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kementerian Agama setempat, rombongan disambut oleh Jamaris, Koordinator Presidum MD KAHMI Gowa yang juga merupakan Kepala Kantor Kemenag Gowa. 

Dari titik itu, langkah demi langkah dilanjutkan, menyisir wilayah selatan Sulawesi Selatan: Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, hingga akhirnya tiba di Bantaeng. Perjalanan akan terus berlanjut ke Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai, sebelum bergerak ke wilayah utara, mulai Kabupaten Maros hingga kawasan Luwu.

Di tengah suasana hangat di Cafe Alonica, Sekretaris MD KAHMI Bantaeng, Ahmad Fihrun, saat membuka acara sempat mengungkapkan pertanyaan yang menggelitik.

“Ada yang bertanya-tanya, saat saya men-japri satu per satu teman-teman pengurus. Ini agenda apa. Apakah ada muatan politisnya. Tapi kan, Pemilu masih jauh, atau karena Musywil sudah dekat?” ujarnya disambut tawa lebar hadirin.

Namun Enceng menegaskan, kegiatan ini murni silaturahmi. “Pemilu masih jauh. Ini bukan soal politik, tapi soal kebersamaan. Biasanya daerah yang datang ke wilayah, sekarang kita yang menyapa daerah,” jelasnya.

Lebih jauh, Enceng menekankan KAHMI bukan sekadar wadah pertemuan rutin, melainkan organisasi besar yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dengan pemerintah setempat, tanpa kehilangan sikap kritis yang etis dan elegan.

Senada dengan itu, Hikmawati mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, terutama dalam momentum politik seperti pilkada. 

“Perbedaan itu hal biasa, tapi jangan sampai memecah kita. KAHMI harus tetap solid,” tegasnya.

Dia juga mengajak agar eksistensi KAHMI tetap kokoh dan kuat sebagai penyeimbang agar kapal besar KAHMI tidak oleng diterjang badai. Dia pun memohon petunjuk dan arahan kepada MW KAHMI terkait periodisasi pengurus yang akan habis masa baktinya. 

Dalam kapasitasnya sebagai Korpres MW KAHMI Sulsel, Enceng mendorong agar kepengurusan MD KAHMI Bantaeng segera mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda), seiring dengan agenda Musyawarah Wilayah yang dijadwalkan pada Maret 2027.

Turut hadir pada momen silaturahmi dan konsolidasi internal itu, para presidium MD KAHMI Bantaeng: Nurdin Halim, Muhammad Nur Fajrin, Misbahuddin, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Ketua Forhati Bantaeng Asniati Bintang, tim dari MW KAHMI Sulsel, beberapa pengurus MD KAHMI Bantaeng, dan Ketua HMI Cabang Bantaeng.

Malam itu, di sudut Bantaeng, road show halal bi halal menjadi simbol—bahwa di tengah dinamika, perbedaan, dan jarak, semangat kebersamaan tetap bisa dihidupkan, dirawat, dan diwariskan. (*)