Ponpes Parmusi Segera Hadir Di Tamaona, Ikrar Wakaf Penuh Haru
TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM - Pondok pesantren (Ponpes) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) segera hadir di Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Kepastian itu ditandai dengan prosesi ikrar wakaf yang berlangsung penuh haru, Sabtu (28/3).
Tim Parmusi Sulawesi Selatan yang dipimpin Ketua DPW, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH, MH, tiba di lokasi sehari sebelumnya, Jumat (27/3), setelah menempuh perjalanan dari Makassar bersama delapan anggota rombongan lainnya.
Perjalanan menuju Tamaona tidaklah mudah. Rombongan harus melewati jalur berkabut tebal di wilayah Kanreapia, Bulu Ballea. Jarak pandang sangat terbatas, sementara di sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang yang memicu ketegangan.
Ketua DPD Parmusi Gowa, Drs. H. Muhlis Ahmad, yang mengemudikan kendaraan, tetap melanjutkan perjalanan meski sempat diminta berhenti. Dalam kondisi minim visibilitas, kendaraan sempat berada di jalur kanan hingga pengendara dari arah berlawanan mengingatkan.
“Bapak salah jalur,” ujar seorang pengendara.
“Iya, Pak. Maaf, karena kabut kami tidak melihat jalan dan tidak hafal medan di sini,” jawab Muhlis.
Rombongan akhirnya tiba di kediaman Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Drs. H. Abdurrahman L, MSi, pada pukul 18.59 WITA.
Ikrar Wakaf Penuh Haru
Agenda utama kunjungan Parmusi adalah menindaklanjuti rencana pembangunan pondok pesantren sebagai bagian dari program strategis di bidang pendidikan.
Pada Sabtu (28/3), tim Parmusi bersama pemilik lahan meninjau lokasi pembangunan yang dinilai strategis karena memiliki panorama wilayah Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, hingga Gunung Bawakaraeng, sekaligus berpotensi menjadi kawasan wisata religi.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar wakaf di kediaman Abdurrahman, disertai penandatanganan dokumen oleh para pihak. Penyerahan berkas wakaf dari Abdurrahman kepada Ketua DPW Parmusi Sulsel berlangsung dalam suasana emosional.
Abdurrahman tampak tak kuasa menahan haru hingga tak mampu melanjutkan kata-katanya. Sejumlah saksi yang hadir pun ikut menitikkan air mata dalam momen tersebut.
Konsep Pesantren Berbasis Kemandirian
Ketua DPW Parmusi Sulsel, Abu Bakar Wasahua, menjelaskan bahwa pesantren yang akan dibangun tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga penguatan keterampilan hidup.
“Santri nantinya tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan seperti pertanian, peternakan, hingga perikanan, termasuk budidaya ikan belut,” ujarnya.
Konsep pembelajaran juga akan mengedepankan pendekatan alam terbuka, sehingga santri dapat belajar secara berkelompok di luar ruangan.
Abdurrahman menegaskan, pembangunan pesantren ini merupakan bagian dari kontribusi Parmusi dalam membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kalau kita mulai secara bertahap, insya Allah akan ada dukungan yang mengikuti. Semoga pertolongan Allah mengalir hingga pesantren ini berdiri kokoh,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran pesantren di Tamaona akan memperkuat syiar Islam dan memakmurkan Masjid Babul Firdaus Datarang, sekaligus menghadirkan akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat.
“Kita fokus pada kualitas, memperkuat hafalan Alquran dan penguasaan bahasa. Santri juga yang akan menjaga dan meramaikan masjid ini,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Drs. H. Takuddin Rahimi, sebagai penanda dimulainya langkah awal pembangunan Ponpes Parmusi di kawasan Tamaona.(*)